Musrenbang RKPD 2027 Digelar, Bappeda Kuningan Himpun Ribuan Usulan Pembangunan
KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Ballroom Arya Kamuning, Lantai 3 Gedung Setda Kuningan, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan, Purwadi Hasan Darsono, S.Hut., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini merupakan bagian dari rangkaian panjang proses perencanaan yang telah dimulai sejak akhir tahun 2026.
“Musrenbang Kabupaten pada saat ini disusun untuk melaksanakan perencanaan tahun 2027. Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak akhir 2026,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Kuningan secara virtual melalui Zoom Meeting, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, serta sejumlah kepala perangkat daerah dan perwakilan Bappeda/Bappenda dari kabupaten/kota sekitar.
Purwadi menjelaskan, proses perencanaan pembangunan daerah dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari kick-off meeting, forum konsultasi publik, hingga Musrenbang di tingkat dusun, desa, kelurahan, kecamatan, forum perangkat daerah, dan puncaknya Musrenbang kabupaten.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya tiga pilar utama dalam perencanaan pembangunan. Pertama, pilar teknokratis yang berbasis pada Rencana Strategis (Renstra) perangkat daerah dengan fokus pada ketepatan program. Kedua, pilar partisipatif yang mengedepankan akurasi data melalui penyerapan aspirasi masyarakat.
“Hingga saat ini, dari Musrenbang dusun sampai kecamatan, telah terhimpun sebanyak 1.156 usulan masyarakat yang perlu dikaji dan divalidasi oleh perangkat daerah,” jelasnya.
Sementara itu, pilar ketiga adalah intervensi strategis melalui Pokok Pikiran (Pokir) DPRD yang bersifat fleksibel dan adaptif terhadap kebutuhan pembangunan. Untuk tahun 2027, tercatat sebanyak 1.005 usulan berbasis Pokir telah dihimpun.
Selain itu, Bappeda juga menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam penyusunan anggaran, terutama menyikapi dinamika transfer keuangan dari pemerintah pusat ke daerah.
“Dalam penetapan prioritas dan pagu anggaran, kita harus menerapkan asas kehati-hatian,” kata Purwadi.
Menariknya, pelaksanaan Musrenbang kali ini juga melibatkan pelaku UMKM dan seni budaya sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami berharap kegiatan budaya dan UMKM dapat menjadi bagian strategis dalam pengembangan ekonomi Kabupaten Kuningan,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, Purwadi memohon arahan dari Bupati Kuningan sekaligus membuka secara resmi Musrenbang RKPD 2027.
“Semoga kegiatan ini menjadi awal perencanaan yang lebih baik untuk tahun 2027,” pungkasnya.
















