Sekolah Negarawan PDPM Kuningan: Kader Muda Diperkuat Wawasan Kebangsaan dan Aksi Sosial Ramadan

KUNINGANSATU.COM,- Program Sekolah Negarawan yang digelar Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kuningan kembali menghadirkan semangat pembinaan kader muda lewat penguatan wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan solidaritas organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Kuningan Rabu (11/3/26) dan dihadiri lengkap oleh enam ortom Muhammadiyah beserta sejumlah tokoh daerah.

Dalam sambutannya, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kuningan, Sandi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh tamu undangan, termasuk Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kuningan, Kapolsek mewakili Kapolres, Ketua KNPI Kuningan, pimpinan ortom, serta para kader muda yang memenuhi ruangan.

Sandi menjelaskan bahwa Sekolah Negarawan merupakan program pembinaan yang sebelumnya dikenal sebagai Madrasah Kebangsaan. Program ini dirancang untuk membentuk generasi muda Muhammadiyah yang memiliki kecakapan kepemimpinan, kecintaan terhadap bangsa, serta kesiapan menjadi iron stock penerus umat dan negara.

“Negarawan itu adalah kita mereka yang mampu mencintai negara lebih besar daripada dirinya sendiri. Negara memberikan keamanan, ketentraman, dan hak bagi kita semua, sehingga kita wajib merawatnya,” ujar Sandi dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa Sekolah Negarawan menjadi ruang penting bagi ortom Muhammadiyah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pola pembinaan Arkom (antar-rumah komunikasi). Metode ini mendorong kader berdiskusi langsung dari rumah ke rumah untuk memperkuat ideologi, wawasan kebangsaan, serta pemahaman organisasi.

Dalam kesempatan itu, Sandi juga menyinggung isu-isu strategis kebangsaan, termasuk kondisi ekonomi global yang berdampak pada Indonesia, seperti melemahnya nilai tukar rupiah hingga menyentuh Rp17.000 per dolar. Menurutnya, situasi tersebut berpotensi memicu permasalahan sosial seperti meningkatnya kriminalitas dan PHK, sehingga dibutuhkan edukasi, kesadaran kolektif, serta kesiapsiagaan masyarakat.

“Kita perlu membahas isu-isu ini secara jernih dan mencari solusi bersama. Mencintai negara bukan hanya lewat kata-kata, tetapi juga lewat kontribusi sesuai kemampuan kita,” ungkapnya.

Selain penguatan materi kebangsaan, kegiatan Sekolah Negarawan edisi Ramadan ini juga diisi dengan aksi sosial. Panitia menyiapkan santunan untuk anak yatim, pendistribusian paket sembako, serta pembagian takjil bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.

Sandi menutup sambutannya dengan harapan agar seluruh peserta dapat mengambil manfaat penuh dari kegiatan tersebut sekaligus terus menjaga komitmen kebaikan, terutama di momentum bulan suci.

“Ini adalah ikhtiar kami untuk diri kita, organisasi, dan negara. Semoga kegiatan hari ini membawa keberkahan bagi semuanya,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup