Viking Persib Club “Istirahatkan” Slogan Viking-Bonek Satu Hati Usai Insiden Penyerangan di Surabaya

KUNINGANSATU.COM,- Insiden penyerangan yang terjadi usai pertandingan Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung pada Senin (2/3/2026) berbuntut panjang. Menyikapi kejadian tersebut, Viking Persib Club (VPC) akhirnya mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang dipublikasikan melalui akun Instagram @officialvpc pada Kamis (5/3/2026).
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui beberapa halaman itu, Viking Persib Club menegaskan bahwa kehadiran perwakilan mereka di Surabaya sebelumnya bukan untuk memicu konflik, melainkan menjalankan amanat moral dari para pendahulu, khususnya almarhum Ayi Beutik, agar hubungan persaudaraan antara suporter Bandung dan Surabaya tetap terjaga.
“Tujuan kedatangan kami adalah untuk mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan baik antarsuporter, bukan menciptakan konflik,” tulis VPC dalam pernyataan resminya.
Namun, situasi justru memanas setelah terjadi penyerangan terhadap perwakilan Viking yang menginap di sebuah hotel di Surabaya. Dalam insiden tersebut, sejumlah anggota Viking Surabaya dilaporkan mengalami luka serta kerugian materiil.
Viking menyebutkan beberapa barang milik korban yang hilang, di antaranya satu unit iPhone 11, sepatu, jaket, baju, serta uang setoran pekerjaan sebesar Rp1.500.000. Organisasi suporter Persib tersebut juga mengecam keras segala bentuk kekerasan, intimidasi, perusakan, maupun tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter.
Selain itu, Viking juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang dianggap memprovokasi hingga memicu penyerangan. Menurut mereka, tindakan tersebut justru mencederai semangat persaudaraan yang selama ini berusaha dijaga antara kedua kelompok suporter.
Selama ini, VPC mengaku memilih menahan diri dan tidak membalas berbagai provokasi yang terjadi. Sikap tersebut, menurut mereka, bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk komitmen menjaga amanat para pendahulu serta menjaga situasi tetap kondusif.
Meski demikian, Viking menegaskan bahwa setiap bentuk penghinaan, ancaman, maupun serangan terhadap organisasi dan anggotanya tetap mereka catat.
Sebagai langkah sikap organisasi, Viking Persib Club juga menyatakan untuk sementara waktu menjaga jarak serta “mengistirahatkan” slogan “Viking Bonek Satu Hati.” Menurut mereka, slogan yang selama ini menjadi simbol persaudaraan antara suporter Persib dan Persebaya itu dinilai tidak lagi relevan dengan situasi yang terjadi belakangan ini.
“Diperlukan waktu untuk sama-sama merefleksikan kembali makna dan cita-cita dari slogan tersebut,” tulis pernyataan itu.
Di bagian penutup, Viking Persib Club mengingatkan bahwa rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya berlangsung selama 90 menit di lapangan. Setelah pertandingan usai, semua pihak diharapkan tetap menjaga kewarasan dan tidak menjadikan rivalitas sebagai pembenaran untuk tindakan brutal yang berujung tindak pidana.
“Kita tidak sedang mewariskan kebencian kepada generasi penerus,” demikian penegasan dalam pernyataan resmi tersebut.






















