Belajar Humanisme Pendidikan di SLBN Taruna Mandiri Kuningan

KUNINGANSATU.COM,- Kegiatan observasi di SLBN Taruna Mandiri Kuningan, Selasa (16/12/2025) menghadirkan potret nyata bagaimana pendidikan seharusnya dijalankan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Sekolah ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan upaya memanusiakan manusia dengan memahami keterbatasan sekaligus potensi yang dimiliki setiap peserta didik.

Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa layanan pendidikan di SLBN Taruna Mandiri diselenggarakan secara terencana dan berbasis kebutuhan individual. Proses pembelajaran tidak disamaratakan. Guru terlebih dahulu melakukan asesmen awal untuk memetakan kemampuan, hambatan, serta karakteristik peserta didik, baik tunanetra, tunarungu, autisme, tunagrahita, tunadaksa, maupun ADHD. Asesmen ini menjadi fondasi utama dalam menentukan strategi, metode, media pembelajaran, hingga bentuk evaluasi yang tepat.

Dalam praktiknya, pembelajaran berlangsung dengan pendekatan yang sabar, bertahap, dan konsisten. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang memahami ritme belajar peserta didik. Penggunaan media konkret dan visual, penerapan metode Applied Behavior Analysis (ABA), tutor sebaya, serta optimalisasi potensi nonvisual menunjukkan bahwa proses belajar dirancang agar dapat diakses dan dipahami secara maksimal oleh setiap peserta didik.

Evaluasi pembelajaran pun tidak semata-mata berorientasi pada capaian akademik. Penilaian dilakukan secara fleksibel dengan menitikberatkan pada proses, perkembangan, dan peningkatan kemandirian peserta didik. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa keberhasilan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak dapat diukur dengan standar yang kaku dan seragam.

Lebih dari sekadar pembelajaran akademik, SLBN Taruna Mandiri juga memberikan ruang luas bagi pengembangan keterampilan hidup, kemandirian, serta potensi nonakademik peserta didik, seperti seni, olahraga, dan keterampilan vokasional. Lingkungan sekolah yang suportif serta kolaborasi antara guru dan tenaga kependidikan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat.

Secara keseluruhan, observasi ini menegaskan bahwa SLBN Taruna Mandiri Kuningan memegang peran strategis dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan humanis. Sekolah ini tidak terjebak pada narasi keterbatasan, melainkan berupaya mengangkat potensi peserta didik agar mereka dapat tumbuh, berkembang, dan memperoleh kesempatan yang adil untuk menjalani kehidupan secara optimal. Dalam konteks ini, SLBN Taruna Mandiri layak menjadi cermin bagi praktik pendidikan yang berkeadilan dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.***

Oleh: Mahasiswa Universitas Al-Ihya

Adinda Febria Nur’ainie, Hani Alfiyyah Nurul Hidayah, Khoerunisa Hizriah Zuhdiawati, Neti Saripah, Robi Padil Alawi, Saminah

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup