Tak Kalah dari Model Profesional, Mahasiswa UM Kuningan Pamer Catwalk di Hujan Karya #9

KUNINGANSATU.COM,- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan tampil percaya diri berlenggak-lenggok di atas catwalk bak peragawati papan atas dalam ajang Hujan Karya #9. Pentas seni dan kreativitas ini menampilkan desain busana dari bahan daur ulang serta pertunjukan tari Nusantara sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) Tahun Akademik 2025/2026.

Kegiatan bertajuk Hujan Karya 2026 tersebut digelar pada Sabtu, (10/1/2026), di Bale Rancage SMAN 3 Kuningan, sejak pukul 08.00 hingga 17.30 WIB. Acara ini melibatkan mahasiswa PGSD semester 3 dan 7 serta PG-PAUD semester 5, dengan mengusung semangat kreativitas seni, inovasi material, dan pelestarian budaya Nusantara.

Mahasiswa PGSD semester 3 dan PG-PAUD semester 5 menampilkan peragaan busana bertema recycle couture. Seluruh kostum dirancang dari bahan plastik bekas yang diolah menjadi busana bergaya trendy klasik, mulai dari gaun Nonoi Belanda, karakter superhero, hingga busana adat Nusantara. Para mahasiswa tidak hanya merancang, tetapi juga mempresentasikan karyanya dalam bentuk fashion show, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan seni.Dosen pengampu Pendidikan Seni Rupa, Lousy Loustiawaty, M.Sn, menegaskan bahwa seni bukan sekadar persoalan estetika visual.

“Seni adalah perjalanan pendidikan yang menanamkan nilai ketekunan, kejujuran, disiplin, kerja sama, hingga keberanian untuk mempertanggungjawabkan sebuah karya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga membacakan puisi berjudul “Muharram di Titik Utopia” karya sastrawan dan budayawan Indonesia Away Enawar.Sementara itu, mahasiswa PGSD semester 7 menghadirkan penampilan tari tradisional Nusantara, di antaranya Tari Kembang Gadung, Tari Tanjung Baru, dan Dharmakala Batik. Tarian tersebut menjadi representasi pelestarian budaya lokal dalam mata kuliah Seni Tari dan Drama.

Acara ini dipimpin oleh Ketua Pelaksana Hilmi Fikriansah dan dihadiri sejumlah pimpinan serta tamu undangan, di antaranya Wakil Rektor UM Kuningan Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd, Wakil Dekan FPST Reja Muhammad Zainal, M.Pd, Ketua Prodi PGSD Agus Saeful Anwar, M.Pd, Ketua Prodi PG-PAUD Mira Maya Syaroh, M.Pd, serta perwakilan Kepala SMAN 3 Kuningan Nining Cartini, S.Pt., S.Pd. Turut hadir dosen pengampu sekaligus penguji karya, Lousy Loustiawaty, M.Sn dan Ratnawati, M.Pd.Wakil Rektor UM Kuningan, Dr. Nanan Abdul Manan, menyampaikan bahwa seni dan budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah.

“Sejak 2016, Kabupaten Kuningan telah membangun orkestrasi pendidikan dari usia dini hingga perguruan tinggi. Program Hujan Karya ini memperkuat khazanah keilmuan sekaligus melesatkan potensi budaya lokal Kuningan yang berada di kaki Gunung Ciremai,” ungkapnya.

Melalui rangkaian kegiatan pameran seni rupa, fashion show busana daur ulang, dan pertunjukan tari tradisional, Hujan Karya #9 diharapkan menjadi ruang ekspresi, inovasi, serta media pembelajaran bagi mahasiswa untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah dan kearifan lokal.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup