Oknum Kepala Sekolah Dilaporkan Anak Sambung, Ada Narasi ‘Telanjang’ Dalam Laporannya!

KUNINGANSATU.COM,- Seorang oknum kepala sekolah dasar negeri di Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, menjadi sorotan setelah dilaporkan oleh seorang warga berinisial AAR ke berbagai instansi pemerintah, termasuk tembusan ke Bupati dan Wakil Bupati Kuningan. Laporan ini muncul karena dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oknum kepala sekolah tersebut serta pengabaian terhadap istrinya, almarhumah YH, seorang ASN yang meninggal pada 31 Oktober 2025.

Dalam laporan yang diterima redaksi, AAR menyebut bahwa S diduga membuat video telanjang di kamar mandi kos pada 18 hingga 19 Oktober 2025 saat istrinya masih dirawat di rumah sakit. Selain dugaan tindakan tidak pantas, laporan itu juga menyoroti perlakuan S yang dinilai menghambat proses administrasi penting terkait almarhumah, seperti pengurusan Taspen, asuransi, dan dokumen kepegawaian. Akibatnya, seluruh proses mulai dari perawatan rumah sakit, pemulangan jenazah, hingga pemulasaraan jenazah harus ditanggung oleh keluarga sendiri.

“Kami lakukan pelaporan setelah mengetahui tindakan tidak pantas dilakukan S, termasuk saat ibu saya menjalani perawatan medis di RS Bandung. Ibu saya meninggal saat perawatan, tapi kami tetap melaporkan karena ada perbuatan yang tidak mengenakkan juga pada beliau semasa hidup,” jelas AAR (28), anak kandung almarhumah, Senin (17/11/2025).

Laporan resmi yang dibuat oleh AAR dikirimkan berjenjang ke PGRI, KORPRI, Inspektorat, BKPSDM, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Sekretaris Daerah, Wakil Bupati, hingga Bupati Kuningan. Dalam dokumen itu, AAR menyertakan sebagian bukti awal dan siap menyerahkan bukti lengkap jika diperlukan dalam proses pemeriksaan resmi.

Menanggapi laporan ini, pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta BKPSDM Kabupaten Kuningan membenarkan bahwa laporan tersebut telah diterima. Namun, kedua instansi belum memberikan keterangan lebih lanjut karena surat laporan baru masuk per hari ini.

Sementara itu, upaya redaksi untuk menghubungi S hingga kini belum membuahkan hasil. S dinilai sulit dihubungi dan belum memberikan tanggapan terkait tudingan yang menimpanya.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena selain menyangkut dugaan asusila, hal ini juga mencoreng dunia pendidikan Kabupaten Kuningan. Dugaan pengabaian dan perilaku tidak pantas yang dilakukan seorang pendidik menimbulkan pertanyaan serius terkait etika dan profesionalisme di lingkungan sekolah.

Redaksi kuningansatu.com terus mengikuti perkembangan kasus ini dan akan memberikan pembaruan jika ada keterangan resmi dari instansi terkait maupun klarifikasi dari S.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup