Pekat IB Geram! Siap Sidak Dapur MBG Usai Kasus Keracunan di SMAN 1 Luragung

KUNINGANSATU.COM,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah untuk meningkatkan gizi anak sekolah kembali menuai sorotan. Kali ini, Ketua Ormas Pekat IB Kabupaten Kuningan, Donny Sigakole, menegaskan pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke seluruh dapur MBG atau yang dikenal sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kuningan.

Langkah ini diambil menyusul munculnya sejumlah persoalan, mulai dari makanan tak layak konsumsi, sisa makanan yang terbuang, hingga kasus dugaan keracunan siswa yang sempat terjadi di SMAN 1 Luragung. Padahal, setiap dapur MBG disebut telah memiliki ahli gizi dan pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kalau sudah ada ahli gizi dan tim pemantau, kenapa masih ada siswa yang keracunan? Ini yang harus diklarifikasi. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas Donny, Jumat (3/10/2025).

Menurut Donny, pihaknya menilai pelaksanaan program MBG di lapangan perlu diawasi secara ketat karena menyangkut kesehatan anak-anak. Ia menegaskan, Pekat IB Kuningan akan membentuk tim investigasi resmi untuk meninjau kelayakan dapur, peralatan masak, bahan makanan, serta standar higienitas sesuai regulasi Badan Gizi Nasional.

“Kalau ada aturan pemerintah tapi malah masyarakat jadi korban, maka kami akan bertindak sesuai kewenangan ormas dan hukum yang berlaku. Jika ditemukan pelanggaran, kami siap membawa kasus ini ke jalur hukum,” tegasnya.

Selain itu, Donny juga menyoroti kinerja sejumlah instansi pengawas, termasuk BPOM yang dinilai belum maksimal. Ia menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh, bukan hanya pada jenis makanan, tetapi juga pada alat masak, wadah pembungkus, dan suhu makanan saat dikemas.

“Bukan hanya menilai menunya saja. Kotak makan dari aluminium yang digunakan pun harus diperiksa, karena makanan dipacking jam 3 subuh dalam keadaan panas dan baru dibagikan jam 10 pagi. Itu bisa memicu reaksi kimia berbahaya,” ujarnya.

Untuk itu, Pekat IB Kuningan akan segera memohon izin resmi kepada Bupati Kuningan, Dandim, dan Kapolres, serta pengelola dapur MBG, guna melakukan kunjungan dan klarifikasi langsung.

“Kami ingin semuanya terbuka. Kalau memang sesuai aturan, bagus. Tapi kalau ada pelanggaran, kami akan laporkan, dan bila perlu, mengajak masyarakat melakukan aksi penolakan terhadap MBG yang justru membahayakan anak-anak,” tutup Donny.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya merupakan upaya pemerintah mengatasi stunting dan gizi buruk, serta meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui penyediaan makanan bergizi bagi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui. Di Kabupaten Kuningan, program ini telah menjangkau ribuan siswa sejak tahap awal pelaksanaan. Namun, evaluasi dan pengawasan kini menjadi sorotan tajam berbagai elemen masyarakat.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup