Aktivis MPK Kritik Tour de Linggarjati 2025, Soroti Keselamatan dan Ekonomi

KUNINGANSATU.COM,- Aktivis Masyarakat Peduli Kuningan (MPK), Yudi Setiadi, menyoroti berbagai persoalan yang muncul dalam gelaran Tour de Linggarjati (TDL) 2025. Menurutnya, meskipun acara sport tourism itu sukses menghadirkan ratusan pembalap dan ribuan peserta fun bike, tetapi masih meninggalkan banyak catatan kritis yang harus diperbaiki.

Yudi menilai bahwa penyelenggaraan TDL kali ini tidak sepenuhnya berpihak kepada masyarakat. Ia mengungkapkan data lapangan yang menunjukkan sedikitnya 62 peserta mengalami insiden selama dua hari pelaksanaan. Dari jumlah itu, enam orang mengalami cedera sedang hingga serius sehingga harus dirawat intensif di RSUD 45 Kuningan.

“Kejadian ini memperlihatkan lemahnya penerapan rambu keselamatan, jalur darurat yang minim, dan kurangnya kesiapan teknis panitia,” kata Yudi.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti klaim panitia mengenai dampak sosial dan ekonomi yang belum terbukti nyata. Warga, menurutnya, lebih banyak menjadi penonton pasif. Bahkan pedagang kecil serta PKL Car Free Day mengaku omzet justru menurun karena pembatasan area. Kemacetan panjang di jalur lintasan menambah keluhan masyarakat, terlebih sosialisasi rute dinilai sangat minim.

“Kalau memang tujuannya untuk mendorong pariwisata dan ekonomi, buktikan dengan data yang jelas, jangan hanya jargon tahunan,” tegasnya.

Selain itu, Yudi mengkritik perbaikan jalan yang dilakukan secara mendadak menjelang lomba. Ia menilai langkah tersebut cenderung bersifat seremonial dan tidak menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kita lihat saja, berapa lama tambalan jalan itu bertahan. Sementara jalan-jalan vital lain yang rusak dibiarkan begitu saja, padahal sangat penting bagi mobilitas ekonomi warga,” ujarnya.

MPK menegaskan bahwa TDL ke depan harus melalui kajian objektif dan persiapan matang agar tidak hanya menjadi ajang pencitraan. Menurut Yudi, ajang ini seharusnya memberi dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus menjamin keselamatan semua pihak.

“Kami berharap ke depan ada pembenahan serius. TDL seharusnya bisa menjadi kebanggaan bersama, bukan sekadar tontonan yang meninggalkan kemacetan, keluhan, dan korban,” pungkasnya. (*)

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup