500 Juta untuk Rehab Ruang Pimpinan Disorot Publik, Ini Kata Sekretaris DPRD Kuningan

KUNINGANSATU.COM,- Sorotan publik terhadap DPRD Kuningan semakin tajam. Setelah sebelumnya tunjangan perumahan anggota DPRD menuai kritik karena dinilai tidak empati terhadap kondisi fiskal daerah, kini beredar pula data Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) senilai hampir Rp500 juta untuk proyek rehabilitasi ruang kerja pimpinan DPRD.

Dalam dokumen yang diterima redaksi, tercatat pada 29 Agustus 2025 dilakukan pencairan dana sebesar Rp498.802.960 kepada CV Idar Buana untuk pekerjaan rehabilitasi ruang kerja Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kuningan. Informasi ini sontak memantik perbincangan, mengingat saat ini publik tengah menyoroti penggunaan anggaran DPRD yang dianggap terlalu besar.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPRD Kuningan, Dr. Deni Hamdani, S.Sos., M.Si., memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa pencairan anggaran tersebut bukanlah belanja baru, melainkan pembayaran atas pekerjaan yang sudah dilaksanakan tahun 2024 namun masuk kategori tunda bayar, sehingga baru dibayarkan pada 2025.

“Wa’alaikum salam, itu anggaran tahun 2024 dan masuk kategori tunda bayar, sehingga baru dibayarkan pada tahun 2025 ini. Kalau usulan kegiatan tentu melalui mekanisme dari mulai RKPD, KUA/PPAS, RAPBD sampai kepada penetapan APBD,” jelas Deni, Kamis (11/9/2025).

Lebih lanjut, Deni menjelaskan bahwa kondisi ruang kerja pimpinan DPRD sudah lama tidak mendapatkan perbaikan yang memadai.

“Kondisi ruang kerja pimpinan sudah hampir 25 tahun tidak ada perbaikan, tidak ada toilet, dan untuk memenuhi standar kerja tentu harus diperhatikan. Kami di Sekretariat dengan anggaran yang dimiliki ingin optimal dalam penyerapan dan pemanfaatan. Pekerjaan ini memang didasarkan pada kebutuhan, meskipun belum lengkap seluruhnya,” tambahnya.

Deni juga menyoroti dampak finansial yang dialami pihak rekanan akibat sistem tunda bayar ini.

“Terus rekanan juga tidak dibayar pada tahun 2024 begitu pekerjaan selesai, dan mereka kena cas bunga bank yang besar karena tidak menggunakan uang muka, tapi melakukan pinjaman ke BJB,” pungkasnya. (*)

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup