Capaian Bulan Dana PMI Kuningan Cuma 71,2 Persen, Ini Faktanya!
KUNINGANSATU.COM,- Penggalangan dana kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan Tahun 2026 berhasil menghimpun Rp641.650.000. Jumlah tersebut mencapai 71,2 persen dari target Rp900 juta yang ditetapkan.
Capaian itu disampaikan dalam penutupan Bulan Dana PMI Kabupaten Kuningan Tahun 2026 yang secara resmi dilakukan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., di Aula Bank BJB Cabang Kuningan, Selasa (3/11/2026).
Meski belum memenuhi target, Bupati Dian mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana tersebut. Ia menilai, keberhasilan gerakan kemanusiaan tidak semata-mata diukur dari besarnya uang yang terkumpul, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Dalam sambutannya, Dian mengungkapkan bahwa PMI memiliki arti tersendiri dalam perjalanan hidupnya. Ia pernah mengalami demam berdarah sekitar 15 tahun lalu dengan kondisi trombosit sangat rendah sehingga membutuhkan bantuan donor darah.
Saat itu, sejumlah orang yang bahkan tidak dikenalnya datang membantu memenuhi kebutuhan darah. Pengalaman tersebut membuatnya memahami secara langsung arti penting solidaritas dan kepedulian terhadap sesama.
“Saya betul-betul merasakan berharganya tetesan darah, pertolongan bantuan dari orang yang mungkin tidak kita kenal sebelumnya. Kemanusiaan ini memang tidak memandang kenal atau tidak kenal, apalagi suku, agama, ras, politik, dan sebagainya,” tuturnya.
Menurut Dian, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang bisa berada dalam posisi membutuhkan pertolongan. Karena itu, semangat kemanusiaan dan kesukarelaan harus menjadi kekuatan utama dalam menjalankan organisasi PMI.
Ia juga menyoroti semakin beragamnya potensi bencana di Kabupaten Kuningan. Selain tanah longsor dan banjir, ancaman kebakaran hutan dan lahan serta angin puting beliung juga perlu mendapatkan perhatian serius.
Dian mencontohkan kejadian angin puting beliung yang berdampak terhadap sekitar 10 desa di lima kecamatan. Salah satu wilayah terdampak adalah Desa Mekarsari, Kecamatan Maleber, dengan sekitar 80 rumah mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat.
Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut PMI untuk terus meningkatkan kapasitas organisasi dan kecepatan respons dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Bupati juga mendorong penguatan kolaborasi antara PMI, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan pemerintah daerah. Sinergi ketiga lembaga tersebut dinilai penting untuk menangani kebutuhan masyarakat yang bersifat mendesak, terutama ketika tidak dapat terakomodasi melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“PMI dan Baznas harus bisa menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Ketika kegiatan yang bersifat mendadak atau force majeure tidak bisa ter-cover oleh APBD, di sanalah PMI dan Baznas harus bisa menyeimbangkan dan memberikan dukungan,” jelasnya.
Terkait capaian Bulan Dana PMI 2026, Dian meminta pengurus PMI menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, penggalangan dana kemanusiaan membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif, inovatif, dan persuasif agar partisipasi masyarakat semakin meningkat.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Kepercayaan masyarakat, kata dia, harus dibangun melalui pengelolaan keuangan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Sekarang harga mati adalah soal pengelolaan keuangan secara akuntabel, secara transparan, secara terbuka, sehingga ini akan membangkitkan kepercayaan masyarakat kepada kita semua,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Kuningan Hj. Ika Siti Rahmatika, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kuningan, Forkopimda, perangkat daerah, instansi terkait, dunia usaha, lembaga pendidikan, donatur, dan masyarakat yang telah mendukung Bulan Dana PMI 2026.
Ia mengakui perolehan Rp641.650.000 masih berada di bawah target yang ditetapkan. Namun, PMI tetap menghargai setiap bentuk partisipasi dan kepedulian masyarakat yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kegiatan kemanusiaan.
“Bulan Dana bukan sekadar kegiatan pengumpulan uang, melainkan gerakan untuk membangun kepedulian, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan pertolongan bagi mereka yang membutuhkan,” ungkap Ika.
Dalam kesempatan tersebut, Ika juga memaparkan sejumlah perkembangan organisasi PMI selama periode kepengurusan 2021–2026.
Beberapa capaian yang berhasil diraih di antaranya akreditasi Paripurna melalui Unit Donor Darah (UDD), perolehan izin operasional UDD, rehabilitasi gedung kantor PMI, pembenahan tata kelola keuangan, penambahan aset berupa akses jalan dan kendaraan, serta perbaikan manajemen kepegawaian.
Salah satu pembenahan yang menjadi perhatian adalah rehabilitasi gedung kantor PMI yang telah berdiri sejak 4 Maret 1953. Setelah puluhan tahun, gedung tersebut akhirnya mendapatkan perbaikan secara bertahap dengan menggunakan anggaran internal PMI selama dua tahun.
Selain perbaikan fasilitas, PMI juga melakukan penataan administrasi dan kelembagaan, termasuk pembenahan struktur utang dan piutang untuk mewujudkan pengelolaan keuangan organisasi yang lebih tertib dan sehat.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam pengumpulan Bulan Dana PMI 2026, PMI Kabupaten Kuningan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kecamatan dan instansi berdasarkan Surat Keputusan Ketua PMI Kabupaten Kuningan Nomor 38/02.03.11/SK/PK.ORG/XI/2026 tertanggal 3 November 2026.
Penghargaan tingkat kecamatan dibagi menjadi empat kategori berdasarkan jumlah dana yang berhasil dihimpun.
Kategori A dengan perolehan di atas Rp16 juta hingga Rp38,7 juta diberikan kepada Kecamatan Jalaksana, Kuningan, dan Cilimus.
Kategori B dengan perolehan di atas Rp13,8 juta hingga Rp15,6 juta diraih Kecamatan Garawangi, Maleber, dan Cibingbin.
Kategori C dengan perolehan di atas Rp8,8 juta hingga Rp11,9 juta diberikan kepada Kecamatan Mandirancan, Ciwaru, dan Sindangagung.
Sementara itu, kategori D dengan perolehan di atas Rp6,5 juta hingga Rp8,4 juta diraih Kecamatan Selajambe, Kalimanggis, dan Pancalang.
Untuk kategori dinas atau instansi, penghargaan diberikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan.
PMI juga memberikan Piagam Donor Darah kepada sejumlah tokoh sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam kegiatan donor darah. Para penerima piagam tersebut yakni H. Apip Ropii, S.Kep., Ners., S.Sos., S.Kom., MM.Kes.; Drs. H. Deniawan, M.Si.; Deni Hamdani, S.E., M.Si.; serta Andi, S.E., MM.
Ika berharap berbagai capaian tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kemanusiaan di Kabupaten Kuningan.
Ia juga mengajak seluruh jajaran PMI, mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, untuk menjaga kekompakan dan terus berpegang pada Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Penutupan Bulan Dana PMI 2026 ini turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn., unsur Forkopimda, Dewan Kehormatan PMI, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, kepala perangkat daerah, pengurus PMI, ketua PMI kecamatan, relawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Kuningan berharap dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat terus meningkat. Dengan begitu, gerakan kemanusiaan tidak hanya berhenti pada pengumpulan dana, tetapi juga mampu menghadirkan pertolongan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.















