Kuningan Bakal Kedatangan 913 Mahasiswa Prasmul, 7 Kecamatan Jadi Sasaran

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali memperkuat kerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya dalam program Community Development (COMDEV) 2026. Sebanyak 913 mahasiswa direncanakan terlibat langsung dalam program pemberdayaan masyarakat yang akan berlangsung di tujuh kecamatan di Kabupaten Kuningan.

Persiapan pelaksanaan program tersebut dibahas dalam audiensi antara jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan Universitas Prasetiya Mulya di ruang kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Jumat (18/9/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana mengatakan, Pemkab Kuningan mendukung pelaksanaan COMDEV 2026 yang mengusung semangat “Collaborative, Sustainable, Impactful & Inclusive”. Program ini melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem kolaborasi hexahelix.

Kerja sama antara Pemkab Kuningan dan Universitas Prasetiya Mulya sendiri bukan hal baru. Kolaborasi tersebut telah berjalan sejak tahun 2000 dan terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Konsistensi pelaksanaan COMDEV bahkan turut mengantarkan program Universitas Prasetiya Mulya meraih 2026 AACSB Global Impact Awards kategori Societal Impact: Addressing Regional or Local Challenges. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi, dampak yang terukur, serta kontribusi berkelanjutan program terhadap pengembangan masyarakat.

Pada COMDEV 2026, kegiatan live-in mahasiswa akan berlangsung secara luring pada 3–22 Desember 2026. Puncak kegiatan dijadwalkan melalui Saung Rahayat 2026 pada 20 Desember 2026. Setelah masa live-in berakhir, proses pendampingan akan dilanjutkan secara daring hingga April 2027.

Sebanyak 913 mahasiswa reguler, 38 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan 114 mitra lokal akan terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka akan tersebar di tujuh kecamatan, yaitu Cilimus, Kramatmulya, Kuningan, Cigugur, Kadugede, Nusaherang, dan Darma.

U. Kusmana menegaskan dukungan Pemkab Kuningan terhadap rangkaian kegiatan tersebut, termasuk apabila nantinya terdapat perubahan lokasi pelaksanaan Saung Rahayat.

Selain pemberdayaan masyarakat, Pemkab Kuningan juga mendorong mahasiswa agar ikut membantu memperkenalkan berbagai potensi daerah melalui media sosial.

Mahasiswa yang mengikuti program diminta tidak hanya menjalankan kegiatan pendampingan di lapangan, tetapi juga mendokumentasikan aktivitas mereka selama berada di desa binaan.

“Mahasiswa diwajibkan untuk mendokumentasikan setiap kegiatan mereka setiap hari, kemudian diunggah di media sosial masing-masing,” ujar U. Kusmana.

Menurut dia, publikasi yang dilakukan mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya memperluas promosi potensi Kabupaten Kuningan. Konten tersebut diharapkan mampu mengenalkan sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif hingga berbagai potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas.

Pembahasan COMDEV 2026 juga mencakup sejumlah sektor lain, mulai dari pengembangan UMKM, desa wisata, ekonomi kreatif, BUMDes, administrasi kependudukan hingga pendidikan.

Dalam sektor pariwisata, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Kuningan menekankan pentingnya pengembangan desa wisata yang tidak hanya bertumpu pada keindahan alam. Potensi ekonomi kreatif, UMKM dan kearifan lokal dinilai perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan desa wisata.

Mahasiswa COMDEV nantinya juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi usaha maupun potensi wisata yang berada di desa binaan. Potensi tersebut kemudian dapat didampingi dan dipromosikan melalui aplikasi Explore Kuningan.

Kolaborasi juga diarahkan untuk mendukung program Nata Daya. Program tersebut berkaitan dengan pengelolaan pusat keramaian masyarakat, seperti alun-alun dan ruang terbuka, agar dapat memberikan dampak lebih besar terhadap ekonomi kerakyatan, budaya serta aktivitas sosial masyarakat.

Sementara itu, agenda Saung Rahayat menjadi salah satu bagian penting dalam COMDEV 2026. Pemkab Kuningan berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan masuk ke dalam kalender event Kabupaten Kuningan.

“Harapannya Saung Rahayat ini selamanya tetap di hati Kuningan. Kalau masuk di kalender event, eksposurnya akan lebih besar lagi. Mungkin judul event-nya ‘Saung Rahayat Komdev Prasmul’,” kata U. Kusmana.

Dari sisi ekonomi, pengalaman pelaksanaan COMDEV 2025 menjadi salah satu pijakan untuk pengembangan program tahun ini. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam bahan COMDEV 2026, kegiatan tahun sebelumnya menghasilkan perputaran ekonomi lokal sebesar Rp2.077.341.756 yang berasal dari pengeluaran live-in mahasiswa.

Program tersebut juga telah mendampingi 75 UMKM, enam BUMDes dan empat desa wisata. Selain itu, sebanyak 866 data Identitas Kependudukan Digital (IKD) diperbarui di lima kecamatan.

Dampak kegiatan juga terlihat dalam pelaksanaan Festival Saung Rahayat 2025. Kegiatan tersebut tercatat mendatangkan 10.920 pengunjung dengan total pendapatan UMKM mencapai Rp220.337.614.

Di bidang administrasi kependudukan, kolaborasi COMDEV 2026 turut diarahkan untuk membantu mempercepat pembaruan data pendidikan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi data kependudukan sekaligus mendukung target rata-rata lama sekolah (RLS) Kabupaten Kuningan yang ditetapkan mencapai 8,5 tahun.

Pemanfaatan Kartu Identitas Anak (KIA) dan IKD juga menjadi bagian pembahasan. Salah satu gagasan yang muncul adalah pemanfaatan KIA sebagai kartu yang dapat memberikan akses diskon melalui kerja sama dengan mitra lokal.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, koordinasi dengan Polres Kuningan dan Kodim juga diperlukan. Hal tersebut berkaitan dengan pelaksanaan live-in ratusan mahasiswa yang tersebar di tujuh kecamatan serta penyelenggaraan puncak kegiatan Saung Rahayat.

U. Kusmana menekankan bahwa keberlanjutan menjadi salah satu kunci dalam kerja sama tersebut. Pemerataan lokasi pendampingan juga dinilai penting agar manfaat program tidak hanya dirasakan oleh wilayah tertentu.

“Termasuk tadi faktor pemerataan sehingga semuanya bisa merasakan manfaat dari kegiatan ini,” ungkapnya.

Dengan keterlibatan mahasiswa, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas dan mitra lokal, COMDEV 2026 diarahkan bukan sekadar menjadi kegiatan live-in. Program tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat ekonomi lokal, mengembangkan potensi desa, memperluas promosi pariwisata dan UMKM, serta menjaga keberlanjutan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Kuningan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup