Soal “DIRIDHOI”, PDI-P Lebih Memilih Fokus

KUNINGANSATU.COM – Wacana “DIRIDHOI” yang mengaitkan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar dengan M. Ridho Suganda semakin ramai diperbincangkan. Respons dari sejumlah tokoh politik pun mulai bermunculan.

Ketua DPD PAN Kabupaten Kuningan, H. Udin Kusnedi, menilai peta politik saat ini masih sangat dinamis. Meski belum menentukan arah dukungan, PAN disebut mulai melakukan persiapan dengan menyiapkan kader-kader terbaik.

“Kita sedang mempersiapkan ke arah sana,” ujar Udin, Minggu (30/8/2026).

Udin menyebut partai politik tetap harus menyiapkan kader untuk mengisi posisi strategis, baik di eksekutif maupun legislatif. Di sisi lain, ia menekankan pentingnya seluruh tokoh daerah membangun kebersamaan untuk kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, pernyataan berbeda disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, S.E. Ia justru meminta agar pembahasan mengenai kontestasi Pilkada tidak terlalu dini.

“Kontestasi Pilkada masih lama, sebaiknya fokus pada pemerintahan. Masih banyak yang harus dibenahi,” ujar Nuzul.

Menurutnya, pemerintah dan para pemangku kepentingan saat ini masih memiliki banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan, sehingga fokus terhadap pelayanan dan pembenahan pemerintahan dinilai lebih penting.

Di sisi lain, M. Ridho Suganda sebelumnya telah merespons munculnya wacana “DIRIDHOI”. Mantan Wakil Bupati Kuningan itu memilih tidak terburu-buru membaca kedekatannya dengan Bupati Dian sebagai sinyal politik.

Ridho mengatakan, komunikasi dengan Dian selama ini merupakan bagian dari silaturahmi dan perhatian bersama terhadap Kuningan. Ia juga menghargai apabila masyarakat memiliki harapan tertentu dari kedekatan tersebut.

“Kalau masyarakat punya harapan, tentu kita hormati. Tapi saya kira biarkan semuanya berjalan sesuai prosesnya. Ada waktunya nanti masyarakat, partai politik, dan para tokoh menentukan sikap,” kata Ridho, Jum’at (28/8/2026).

Ia pun mengingatkan agar hubungan baik antartokoh tidak selalu dikaitkan dengan kepentingan politik.

“Jangan setiap komunikasi kemudian selalu ditarik ke politik. Persaudaraan, silaturahmi dan komunikasi yang baik itu penting,” pungkas Ridho.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup