IMANE Thailand Buka Jalan Proton FC ke Eropa, Bukan Sekadar Apparel!

KUNINGANSATU.COM,- Kolaborasi Proton FC dengan IMANE Thailand mulai menunjukkan arah yang lebih serius. Tak hanya sebatas dukungan apparel, kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan pemain, pelatih hingga tenaga medis Proton FC melalui transfer ilmu dan pengalaman dari Thailand maupun sejumlah negara lain.

Hal itu disampaikan Owner IMANE Thailand, Thakkhasit Jittiwaniich, yang akrab disapa “Bos Tai”, saat melakukan kunjungan ke sejumlah kegiatan Proton FC di Kabupaten Kuningan, Jumat (14/8/2026).

Kunjungan Bos Tai diawali dengan mendatangi Marshal Futsal untuk melihat secara langsung aktivitas latihan para pemain Proton Academy. Dari sana, ia kemudian melanjutkan kunjungan ke GOR Ewangga untuk menyaksikan pertandingan turnamen Proton Super Cup.

Bos Tai mengaku mendapat kesan positif sejak pertama kali tiba di lingkungan Proton FC. Menurutnya, sambutan yang diterima membuat dirinya merasa bukan sebagai tamu, melainkan bagian dari keluarga.

“Ketika saya datang ke Proton, saya merasa seperti keluarga. Keramahannya sangat baik dan orang-orangnya sangat bersahabat,” ujar Bos Tai melalui penerjemah.

Setelah melihat langsung latihan akademi dan pertandingan Proton Super Cup, ia juga melihat adanya potensi besar dari pemain-pemain muda Jawa Barat.

Ia menilai, fondasi dan kemampuan dasar para pemain sudah tersedia. Namun, menurutnya, potensi tersebut masih perlu terus dikembangkan melalui proses pembinaan yang terarah dan berkelanjutan.

“Fondasinya sudah ada, tetapi masih perlu didorong dan dibuat lebih baik. Saya yakin anak-anak di Jawa Barat bisa menjadi pemain yang luar biasa,” katanya.

Dalam kerja sama tersebut, IMANE Thailand tidak hanya memberikan dukungan berupa perlengkapan kepada Proton FC. Bos Tai menyebut pihaknya akan menyuplai berbagai kebutuhan apparel pemain, baik yang digunakan di dalam maupun di luar lapangan.

IMANE berencana membawa pengalaman dan pengetahuan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun dalam pengembangan futsal di Thailand untuk diterapkan dalam pembinaan pemain Proton Academy.

“Untuk akademi dan anak-anak, kami akan mencoba membawa pengetahuan yang kami miliki agar mereka berkembang. Harapannya, suatu hari nanti mereka bisa menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia,” ungkapnya.

Kerja sama tersebut bahkan tidak berhenti pada pemain. Pelatih, fisioterapis hingga tenaga medis Proton FC juga berpeluang mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung dari jaringan IMANE.

Bos Tai mengatakan, pihaknya terbuka memberikan kesempatan kepada elemen Proton FC untuk menambah pengalaman dan pengetahuan terkait pengembangan pemain maupun penanganan atlet secara profesional.

Peluang pengembangan SDM Proton FC juga terbuka lebih luas. Menurut Bos Tai, jaringan IMANE tidak hanya berada di Thailand, tetapi juga terhubung dengan sejumlah negara, termasuk Jepang, Spanyol dan negara-negara di Eropa.

Karena itu, ia tidak menutup kemungkinan pemain, pelatih maupun bagian pendukung Proton FC suatu saat dapat dibawa ke luar negeri untuk mendapatkan pengalaman dan mempelajari sistem futsal yang lebih maju.

“Bukan hanya Thailand. Mungkin bisa lebih jauh, bahkan ke Eropa,” ujarnya.

Bagi IMANE, kerja sama dengan Proton FC dipilih bukan semata-mata karena target memenangkan pertandingan. Ada kesamaan visi jangka panjang yang menjadi pertimbangan utama.

Bos Tai melihat Proton FC memiliki fondasi serta pola pikir yang berorientasi pada masa depan. Menurutnya, Proton tidak hanya ingin membangun sebuah tim untuk mengejar kemenangan, tetapi juga memiliki perhatian terhadap pembinaan pemain dan pengembangan futsal di Jawa Barat.

“Proton memiliki fondasi dan pola pikir untuk masa depan. Mereka tahu ingin membuat rencana jangka panjang, bukan hanya soal menang, tetapi mengembangkan anak-anak dan masyarakat Jawa Barat,” tuturnya.

Kerja sama dengan Proton FC juga bukan merupakan langkah pertama IMANE di Indonesia. Sebelumnya, IMANE telah menjalin kerja sama dengan sejumlah tim futsal Tanah Air, termasuk Black Steel dan tim asal Mimika.

Kini, Proton FC menjadi salah satu tim yang masuk dalam jaringan kerja sama IMANE di Indonesia.

Melalui kolaborasi tersebut, Proton FC diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas kompetitif tim, tetapi juga membangun sistem pembinaan yang dapat menghasilkan pemain-pemain muda berkualitas.

Kunjungan Bos Tai ke Marshal Futsal dan GOR Ewangga menjadi salah satu langkah awal untuk melihat secara langsung kondisi pembinaan dan kompetisi Proton FC. Dari kunjungan itu, IMANE menilai potensi pemain Jawa Barat cukup besar dan layak dikembangkan melalui kerja sama jangka panjang.

Dengan dukungan apparel, transfer ilmu, pengembangan akademi serta peluang belajar ke luar negeri, kolaborasi IMANE dan Proton FC kini diarahkan untuk membangun ekosistem futsal yang lebih kuat, bukan sekadar mengejar hasil pertandingan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup