Memanas! 4 Kelompok Massa Kepung Kuningan, Ada Isu Geothermal hingga Desakan Wabup Mundur

KUNINGANSATU.COM – Kabupaten Kuningan diwarnai sejumlah agenda penyampaian aspirasi masyarakat pada Senin, 5 Oktober 2026. Empat kelompok masyarakat dijadwalkan bergerak di sejumlah lokasi dengan isu berbeda, mulai dari polemik geothermal hingga desakan agar Wakil Bupati Kuningan mundur dari jabatannya.

Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Serikat Rakyat Ciremai yang merupakan gabungan sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kuningan. Aksi tersebut menyoroti isu geothermal yang kembali menjadi perhatian di Kabupaten Kuningan.

Selang 15 menit kemudian, sekitar pukul 08.15 WIB, Sadulur Indonesia Satu (SADIS) juga menggelar aksi di Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kuningan. SADIS sendiri membawa tuntutan agar Wakil Bupati Kuningan mundur dari jabatannya.

Selain aksi unjuk rasa, penyampaian aspirasi juga dilakukan melalui forum audiensi. Aliansi Masyarakat Kuningan (AMK) dijadwalkan menggelar audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Kuningan pada pukul 13.00 WIB.

Audiensi AMK berkaitan dengan polemik Tugu Bola Dunia. Sementara LSM Front Reformasi Total (Frontal) dijadwalkan menggelar audiensi di Kantor Inspektorat Kabupaten Kuningan pada pukul 15.00 WIB dengan membawa persoalan terkait sejumlah perizinan di Kabupaten Kuningan.

Beragamnya agenda tersebut mendapat perhatian dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kuningan.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kuningan H. Muhammad Mutofid, S.H., M.T., melalui Sekretaris Bakesbangpol MH. Khadafi Mufti, S.Pd., M.Si., mengatakan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi yang perlu diberikan ruang.

“Yang pertama, ini adalah wujud demokrasi untuk menyampaikan ide dan gagasan masyarakat. Dari Kesbangpol menyambut baik atas apa yang disampaikan,” ujar Khadafi, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, masyarakat maupun kelompok pergerakan memiliki hak untuk menyampaikan pandangan terhadap persoalan yang dinilai perlu mendapatkan perhatian. Namun, penyampaian aspirasi tetap harus dilakukan dengan memperhatikan ketertiban dan keamanan.

Khadafi meminta seluruh pihak yang terlibat dalam aksi maupun audiensi menjaga kondusivitas daerah dan tidak membawa kepentingan lain yang dapat memicu persoalan baru.

“Menjaga kondusivitas, menjaga keamanan kelompok, jangan ada kepentingan lain,” katanya.

Ia juga menilai aksi yang dilakukan aktivis, mahasiswa maupun kelompok masyarakat dapat menjadi bagian positif dari dinamika demokrasi apabila dilakukan berdasarkan persoalan yang ingin disampaikan kepada pemerintah.

“Selama memang ada yang dinilai perlu disampaikan oleh teman-teman pergerakan, aktivis, mahasiswa dan lainnya, menurut mereka perlu mengadakan aksi, itu adalah pandangan positif,” tuturnya.

Di sisi lain, sejumlah agenda penyampaian aspirasi tersebut menunjukkan masih adanya berbagai persoalan di Kabupaten Kuningan yang menjadi perhatian masyarakat. Pemerintah daerah dan lembaga terkait diharapkan dapat merespons setiap aspirasi sesuai kewenangan masing-masing.

Meski ruang demokrasi terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, aspek keamanan dan ketertiban tetap menjadi perhatian agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman.

“Namun tetap kondusivitas daerah menjadi yang utama,” tegas Khadafi.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup