TPSA Ciniru Terbakar, Polisi Selidiki Kelalaian hingga Kesengajaan

KUNINGANSATU.COM,- Kebakaran Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kabupaten Kuningan, memasuki hari kedua pada Kamis (13/8/2026). Penanganan terus dilakukan petugas gabungan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan mencegah munculnya kembali kebakaran.

Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., mengatakan penanganan kebakaran dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan dengan mengerahkan sejumlah armada pemadam kebakaran.

“Dari beberapa aparat gabungan sudah mengerahkan enam armada pemadam kebakaran,” kata Bellen saat ditemui di Botanika, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, proses pemadaman membutuhkan waktu karena volume sampah di lokasi cukup banyak. Kondisi musim kemarau dengan curah hujan yang rendah juga menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan kebakaran tidak bisa dilakukan secara cepat.

Meski demikian, berdasarkan informasi terakhir yang diterimanya dari Kapolsek dan petugas pemadam kebakaran, titik kebakaran di TPSA tersebut telah berhasil ditangani.

“Untuk tempat sampahnya sudah tertangani dan sudah padam. Namun saat ini kita tetap antisipasi jika terjadi terbakar lagi,” ujarnya.

Di tengah proses pemadaman, kepolisian juga akan mendalami penyebab kebakaran. Hal itu dilakukan untuk memastikan apakah kebakaran terjadi karena faktor kelalaian atau terdapat unsur kesengajaan.

Bellen menegaskan, informasi mengenai dugaan human error maupun kemungkinan sampah sengaja dibakar masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan.

“Untuk human error ataupun kesengajaan dibakar itu masih kita akan dalami dan coba kita lakukan penyelidikan mendalam,” tegasnya.

Dengan demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab kebakaran sebelum proses penyelidikan dilakukan secara lebih lanjut.

Selain membantu proses pemadaman, Polres Kuningan juga melakukan langkah mitigasi untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Bellen menyebut, selama dua hari penanganan kebakaran, Polres Kuningan telah menurunkan sekitar 50 personel yang ditempatkan secara bergantian, baik pada siang maupun malam hari.

“Selain membantu tugas pemadam kebakaran dan turut memadamkan api, juga melokalisir jangan sampai kerawanan tersebut merebak dan menambah menjadi lebih luas,” jelasnya.

Personel kepolisian juga tetap ditempatkan di lokasi hingga Kamis malam untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang berada tidak jauh dari akses masuk menuju TPSA Ciniru juga menjadi bagian dari perhatian dalam mitigasi kebakaran.

Bellen mengatakan, langkah yang dilakukan kepolisian salah satunya dengan melakukan pelokalisiran agar api tidak menjalar dan menimbulkan ancaman terhadap objek di sekitar lokasi.

Sementara itu, terkait potensi gangguan kesehatan akibat asap kebakaran, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pihak kepolisian menyerahkan penanganannya kepada pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan.

Menurutnya, TPSA memiliki karakteristik berbeda dengan kebakaran hutan maupun lahan karena material yang terbakar didominasi sampah yang mudah terbakar.

“Kebakaran ini bukan dikategorikan kebakaran hutan ataupun lahan. Tapi ini tempat khusus, khususnya tempat pembuangan sampah akhir yang memang di sana adalah benda-benda yang gampang terbakar,” katanya.

Ia menambahkan, lokasi TPSA yang relatif jauh dari permukiman menjadi salah satu faktor yang membantu proses penanganan agar dampak kebakaran tidak semakin meluas.

Untuk mengantisipasi gangguan terhadap masyarakat yang melintas, petugas lalu lintas juga memberikan imbauan serta memasang rambu-rambu di sekitar lokasi.

“Lebih cepat ditangani dampaknya kan akan lebih rendah,” pungkas Bellen.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup