Mahasiswa PIM Kuningan Tinggalkan Jejak Nyata di Desa Wilanagara Lewat Program Muda Mengabdi
KUNINGANSATU.COM,- Pelita Intan Muda (PIM) Kabupaten Kuningan menggelar program “Muda Mengabdi” di Desa Wilanagara, Kecamatan Luragung, selama 20–29 Juli 2026. Mengusung tema “Mengabdi dengan Hati, Bergerak dengan Aksi”, kegiatan ini menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui berbagai aksi sosial, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Program yang berlangsung selama sepuluh hari tersebut melibatkan puluhan relawan muda PIM Kuningan dengan tujuan memperkuat keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa. Beragam kegiatan digelar, mulai dari membantu proses belajar mengajar di MDTA, SD, MI, dan SMP, menggerakkan Duta Baca Edukasi, layanan pemeriksaan kesehatan gratis, gotong royong lingkungan, hingga kegiatan olahraga dan sosial bersama warga.
Ketua Pelaksana Muda Mengabdi, Agung Agus Sulton, mengatakan kegiatan ini lahir dari keyakinan bahwa ilmu pengetahuan harus kembali memberi manfaat bagi masyarakat, terutama di daerah asal para mahasiswa.
“Kampus adalah tempat menempa ilmu, namun desa adalah medan nyata untuk menguji ketulusan. Sejauh apa pun kita merantau dan menuntut ilmu, Kuningan selalu memanggil kita pulang untuk memberi dampak,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) PIM Kabupaten Kuningan, Hanifah Kamila Zahra, menjelaskan bahwa Muda Mengabdi merupakan program kerja bidang sosial yang dilaksanakan sekali dalam setiap periode kepengurusan sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mendekatkan potensi akademik pemuda dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa di desa bukan hanya menjalankan pengabdian, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama masyarakat.
“Kami ingin memastikan energi positif dan pemikiran kritis pemuda tidak berhenti di ruang-ruang diskusi kampus semata. Kehadiran kami di Desa Wilanagara adalah bentuk bakti nyata, sinergi, dan proses belajar bersama masyarakat untuk tumbuh dan berdaya bersama,” kata Hanifah.
Program tersebut mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Wilanagara. Kepala Desa Wilanagara mengapresiasi inisiatif PIM Kuningan yang dinilai mampu membangun kedekatan antara mahasiswa dengan masyarakat desa.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus peduli terhadap lingkungan sosial dan berkontribusi bagi daerah.
Selama pelaksanaan kegiatan, relawan juga menggelar aksi Jumat Bersih bersama warga, program Jumat Kenyang dengan membagikan makanan kepada peserta pengajian rutin ibu-ibu Muslimat, serta bazar pakaian layak pakai. Di bidang olahraga, PIM mengadakan senam bersama, lomba olahraga tradisional untuk anak-anak, hingga menghidupkan kembali turnamen bola voli desa yang sempat vakum beberapa tahun terakhir.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam setiap rangkaian kegiatan. Kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat melalui berbagai program yang dijalankan, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara kalangan akademisi dengan masyarakat desa.
Melalui program Muda Mengabdi, Pelita Intan Muda Kabupaten Kuningan ingin menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari perjalanan intelektual mahasiswa. Bagi organisasi tersebut, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari sejauh mana ilmu mampu memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
















