Griya Sawarga Jadi Langkah Awal, Mahasiswa KKN Mulai Menyusuri Potensi Desa Kadatuan

KUNINGANSATU.COM,- Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Kelompok 4 di Desa Kadatuan, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, resmi dimulai. Sebanyak mahasiswa peserta KKN mengawali pengabdian dengan mengikuti pelepasan bersama di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Kamis (16/7/2026).

Pelepasan tersebut dihadiri dan dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan bersama para rektor serta jajaran Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan.

Program KKN Kolaboratif ini berlangsung selama 30 hari, terhitung sejak 15 Juli hingga 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Usai mengikuti prosesi pelepasan, Kelompok 4 KKN Kolaboratif Desa Kadatuan langsung menjalankan kegiatan awal dengan melakukan gotong royong membersihkan posko KKN. Posko yang berada di tengah permukiman warga itu dinilai cukup strategis karena berdekatan dengan masjid dan Balai Desa Kadatuan.

Kehadiran mahasiswa KKN mendapat sambutan positif dari Pemerintah Desa Kadatuan dan masyarakat setempat. Pemerintah desa berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi mitra dalam mendorong penyelesaian sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama terkait pengelolaan sampah dan upaya pencegahan stunting.

Memasuki tahap awal pengabdian, mahasiswa mengusung program “Griya Sawarga”. Program ini menjadi langkah awal untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui interaksi langsung bersama aparatur desa, siswa sekolah dasar, anak-anak PAUD, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga sekitar.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN melakukan kunjungan dan komunikasi dengan sejumlah unsur masyarakat, di antaranya Ketua Karang Taruna, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Desa Kadatuan.

Dari hasil komunikasi awal, Desa Kadatuan dinilai memiliki berbagai potensi yang cukup baik. Aktivitas keagamaan, olahraga, hingga sektor pertanian berjalan cukup produktif. Namun, persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.

Selain melakukan pendekatan kepada masyarakat, Kelompok 4 juga melaksanakan survei dan observasi ke sejumlah lembaga pendidikan, mulai dari sekolah dasar, PAUD, hingga madrasah. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memetakan potensi sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dalam proses belajar mengajar.

Program “Griya Sawarga” diharapkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa untuk memahami kultur, potensi, serta persoalan yang ada di Desa Kadatuan. Dengan pendekatan langsung kepada masyarakat, program kerja KKN selanjutnya diharapkan dapat disusun secara lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan warga.

“Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, kami ingin memahami kondisi Desa Kadatuan secara lebih dekat, sehingga program kerja yang dijalankan selama KKN benar-benar dapat memberikan manfaat,” demikian disampaikan Kelompok 4 KKN Kolaboratif Desa Kadatuan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup