Pertamax Naik Tajam, Sembako Ikut Melambung! PK IMM Djarnawi Hadikusuma: Rakyat Kecil Kembali Jadi Korban

KUNINGANSATU.COM,– Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diikuti lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok menjadi sorotan kalangan mahasiswa. Kondisi tersebut dinilai semakin menambah beban masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah dan pelaku usaha kecil yang saat ini tengah berjuang menghadapi tekanan ekonomi.

Sorotan itu disampaikan Dendy Aditya Suhafi, pengurus Bidang Hikmah, Politik, dan Kebijakan Publik Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Djarnawi Hadikusuma. Ia menilai pemerintah perlu segera melakukan evaluasi terhadap dampak kebijakan harga energi yang berimbas luas pada kehidupan masyarakat.

Menurut Dendy, kenaikan harga BBM tidak hanya memengaruhi sektor transportasi, tetapi juga berdampak langsung pada biaya distribusi barang kebutuhan pokok. Akibatnya, harga sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, hingga telur ikut mengalami kenaikan di tingkat pasar maupun ritel.

“Ketika harga BBM naik, biaya distribusi barang otomatis meningkat. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat karena harga kebutuhan sehari-hari ikut terdorong naik,” ujarnya, Sabtu (13/6/2026).

Ia mencontohkan kenaikan harga Pertamax RON 92 yang berdasarkan penyesuaian tarif per 10 Juni 2026 mengalami lonjakan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut, kata dia, menunjukkan adanya tekanan yang cukup besar pada sektor energi nasional.

Dendy mengingatkan, jika tidak ada langkah antisipatif dari pemerintah, kondisi tersebut berpotensi memicu pergeseran konsumsi masyarakat ke BBM bersubsidi. Dalam jangka panjang, situasi itu dikhawatirkan dapat meningkatkan beban subsidi negara sekaligus memunculkan risiko penyesuaian harga pada jenis BBM lainnya.

Selain berdampak pada rumah tangga, kenaikan harga energi juga dinilai mengancam keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak pelaku usaha harus menanggung kenaikan biaya operasional, sementara daya beli masyarakat cenderung melemah.

“UMKM berada dalam posisi yang sulit. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi keuntungan agar produk tetap terjangkau konsumen,” katanya.

Tidak hanya sektor ekonomi, mahasiswa juga disebut mulai merasakan dampaknya. Meningkatnya biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok membuat biaya hidup mahasiswa ikut naik, sementara kondisi ekonomi keluarga di daerah belum sepenuhnya pulih.

Atas kondisi tersebut, PK IMM Djarnawi Hadikusuma meminta pemerintah pusat maupun daerah memperkuat pengawasan terhadap distribusi dan harga kebutuhan pokok di pasaran. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah praktik spekulasi maupun permainan harga yang dapat semakin memberatkan masyarakat.

Dendy menegaskan, kebijakan publik seharusnya berorientasi pada perlindungan kesejahteraan rakyat. Karena itu, pemerintah didorong untuk memastikan setiap kebijakan terkait energi dan kebutuhan pokok disertai langkah mitigasi yang mampu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

“Perlindungan terhadap rakyat harus menjadi prioritas. Kebijakan harga energi maupun kebijakan ekonomi lainnya perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat kecil agar tidak menambah beban hidup mereka,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup