Dari Debat hingga Proposal Bisnis, OIM 2026 Uniku Jadi Arena Adu Prestasi Mahasiswa

KUNINGANSATU.COM – Semangat kompetisi akademik dan pengembangan kapasitas intelektual mahasiswa mewarnai pembukaan Olimpiade Intelektual Mahasiswa (OIM) Universitas Kuningan Tahun 2026. Kegiatan yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kuningan ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, di Gedung Student Centre Iman Hidayat Universitas Kuningan, Senin (8/6/2026).

Mengangkat tema “Lux Mentis Vincit Tenebras” yang berarti “Cahaya Pikiran Menaklukkan Kegelapan”, OIM 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta inovasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin dinamis.

Beragam cabang lomba digelar dalam ajang tersebut, mulai dari penulisan esai, proposal bisnis, Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-MP), debat, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Video Gagasan Konstruktif (VGK), hingga kompetisi Best Supporter.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tuti Andriani memberikan apresiasi atas inisiatif BEM Universitas Kuningan yang dinilai konsisten menghadirkan ruang pengembangan diri bagi mahasiswa melalui kegiatan akademik yang produktif dan inspiratif.

Menurutnya, OIM bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih prestasi, melainkan sarana membangun budaya ilmiah, meningkatkan kemampuan analisis, serta memperkuat kolaborasi antarmahasiswa.

“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan gagasan dan solusi bagi masyarakat. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, kemampuan berpikir kritis dan inovatif menjadi modal utama untuk menjawab berbagai tantangan masa depan,” ujar Tuti.

Ia menilai tema yang diusung pada OIM 2026 sangat relevan dengan kondisi saat ini, ketika generasi muda dituntut untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi dalam mengambil keputusan dan membangun masa depan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Tuti menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada potensi sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Karena itu, mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Kabupaten Kuningan melalui ide, inovasi, dan karya nyata.

“Daerah ini membutuhkan generasi muda yang cerdas, kreatif, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya. Dari tangan para mahasiswa inilah berbagai gagasan besar dapat lahir untuk mendorong kemajuan daerah,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap OIM 2026 mampu melahirkan generasi unggul yang siap melanjutkan estafet pembangunan serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Menutup sambutannya, Tuti mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai momentum pembelajaran dan pengembangan diri. Ia mengingatkan bahwa esensi sebuah perlombaan bukan hanya tentang menjadi juara, melainkan bagaimana peserta mampu memperluas wawasan, memperkaya pengalaman, dan membentuk karakter yang tangguh.

“Teruslah belajar dan berinovasi. Pengetahuan adalah cahaya yang akan membawa kita keluar dari ketertinggalan dan berbagai tantangan zaman. Masa depan Kuningan dan Indonesia ada di tangan generasi muda yang mau berpikir, berkarya, dan bergerak,” pungkasnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup