Sejuk Banget! Camping di Talaga Surian Kuningan Jadi Favorit Long Weekend
KUNINGANSATU.COM,- Memasuki awal libur panjang atau long weekend, pengelola objek wisata Talaga Surian di Kabupaten Kuningan mulai melakukan berbagai persiapan guna menyambut wisatawan, khususnya pengunjung yang memilih aktivitas camping di kawasan wisata alam tersebut.
Pengelola Talaga Surian, Deby, mengatakan hingga Kamis (14/5/2026), lonjakan wisatawan belum terlihat signifikan. Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi momen awal liburan yang masih dimanfaatkan masyarakat untuk berkumpul bersama keluarga di rumah.
“Untuk kunjungan hari ini belum terlihat ada lonjakan wisatawan. Mungkin karena masih awal libur, jadi banyak pengunjung yang masih berkumpul bersama keluarga,” ujar Deby saat diwawancarai di lokasi wisata Talaga Surian.
Meski demikian, sejumlah wisatawan sudah mulai melakukan reservasi untuk camping. Namun jumlah pemesanan tenda disebut belum terlalu banyak dibandingkan momen puncak liburan.
“Untuk camping sudah ada reservasi booking tenda, tapi memang belum terlalu banyak karena masih awal libur,” katanya.
Dalam menghadapi long weekend, pengelola melakukan persiapan seperti libur panjang sebelumnya, di antaranya memperbaiki sejumlah fasilitas serta memperbanyak imbauan kepada pengunjung demi menciptakan suasana wisata yang aman dan nyaman.
Selain itu, petugas yang ada juga dioptimalkan untuk mengatur aktivitas wisatawan di lapangan, termasuk pengelolaan area parkir. Menurut Deby, pihaknya tidak melakukan perluasan lahan parkir, melainkan mengatur kapasitas kendaraan dengan sistem kuota parkir dan komunikasi menggunakan handy talky antarpetugas.
“Area parkir tidak diperluas, hanya menggunakan kuota parkiran yang ada dan petugas diperbanyak penggunaan handy talky untuk pengaturan kendaraan,” jelasnya.
Talaga Surian sendiri dikenal sebagai destinasi wisata alam dengan konsep camping. Karena itu, fasilitas yang disediakan lebih difokuskan untuk kebutuhan berkemah, seperti penyewaan tenda dan perlengkapan camping lainnya.
“Di Talaga Surian ini memang lebih fokus ke camping, jadi fasilitas yang disediakan seperti sewa tenda dan alat-alat camp,” ungkap Deby.
Ia juga memastikan tidak ada wahana baru maupun tambahan atraksi khusus selama long weekend kali ini. Wisatawan yang datang untuk camping disebut mayoritas berasal dari wilayah Ciayumajakuning.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, pengelola menerapkan sistem kuota pengunjung, terutama bagi wisatawan camping. Sistem tersebut dinilai efektif menghindari kepadatan berlebih di area wisata.
“Tidak ada kendala karena di Talaga Surian menggunakan kuota pengunjung demi keamanan dan kenyamanan wisatawan camping,” katanya.
Sementara untuk kapasitas penginapan, pengelola hanya mengoptimalkan jumlah tenda bongkar pasang yang tersedia di area camping ground.
Di sisi lain, meningkatnya aktivitas wisata dinilai turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Banyak warga ikut berjualan makanan ringan, makanan berat hingga jasa transportasi lokal selama musim liburan berlangsung.
“Secara tidak langsung masyarakat ikut merasakan dampaknya karena banyak yang berjualan makanan dan jasa transportasi,” tutur Deby.
Sebagai langkah antisipasi keadaan darurat, pengelola juga menyiapkan titik evakuasi sementara berupa gazebo dan area aman lainnya.
Deby berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih terhadap pengembangan wisata alam berbasis masyarakat seperti Talaga Surian, baik dalam bentuk pembinaan, arahan maupun dukungan fasilitas penunjang.
“Karena pengelolaan wisata ini beranjak dari masyarakat, tentu kami sangat berharap ada dukungan dan arahan dari pemerintah untuk memajukan wisata alam,” ujarnya.
Menutup keterangannya, Deby mengimbau seluruh pengunjung agar menjaga kondisi fisik serta memperhatikan barang bawaan selama berada di lokasi wisata.
“Pengelola hanya bisa terus mengingatkan soal keamanan, kenyamanan dan ketertiban di area wisata,” pungkasnya.















