Buntut Pengeroyokan Pelajar Berbaju Persib di Caracas, Polres Kuningan Pertemukan Bobotoh dan The Jakmania
KUNINGANSATU.COM,- Polres Kuningan menggelar dialog terbuka antara perwakilan pendukung Persib Bandung dan Persija Jakarta menyusul kasus pengeroyokan terhadap seorang remaja berinisial FN (15), warga Caracas, Kecamatan Cilimus, Senin (11/5/2026). Pertemuan berlangsung di Mapolres Kuningan dan dipimpin langsung jajaran Satreskrim serta Bagian Operasi Polres Kuningan.
Dialog tersebut merupakan tindak lanjut atas insiden pengeroyokan yang terjadi pada Minggu (10/5/2026) malam. FN diduga menjadi korban kekerasan saat mengenakan atribut Persib di kawasan Caracas, Cilimus. Kasus itu sempat viral di media sosial dan memicu perhatian publik.
Dalam forum tersebut, terungkap dugaan bahwa pelaku pengeroyokan bukan berasal dari Kuningan, melainkan rombongan suporter tamu dari wilayah Cirebon yang datang untuk mengikuti acara nonton bareng pertandingan Persib kontra Persija di salah satu kedai kawasan Sangkanurip. Tiket nobar disebut terjual lebih dari 200 lembar dan mayoritas peserta berasal dari luar daerah.
Selain FN, polisi juga menerima informasi adanya korban lain yang mengalami luka fisik serta kerusakan kendaraan akibat aksi massa tersebut. Sejumlah saksi menyebut rombongan suporter tamu sempat membuat keributan di beberapa titik sebelum insiden utama terjadi di Caracas.
Namun dalam pertemuan itu, pihak yang diduga menjadi pelaku utama dari rombongan luar daerah tidak hadir. Dialog hanya diikuti perwakilan pendukung Persija asal Kuningan yang sekaligus menjadi panitia acara nobar.
Perwakilan The Jakmania Kuningan, Harry Firmansyah, menyatakan siap membantu proses penyelesaian dan mendukung upaya pengusutan terhadap pihak-pihak yang terlibat. Sementara itu, kelompok pendukung Persib meminta agar panitia aktif membantu menghadirkan oknum yang diduga melakukan pengeroyokan.
Kasat Reskrim Polres Kuningan bersama jajaran menegaskan proses penyelidikan masih berjalan. Polisi juga memastikan situasi keamanan di wilayah Kuningan tetap kondusif pasca kejadian tersebut.
“Alhamdulillah situasi kondusif,” ujar Kasi Humas Polres Kuningan AKP Moegiono.
Dalam dialog itu juga disepakati bahwa pembahasan terkait jumlah korban dan kerugian materiil akan dilakukan lebih lanjut secara terpisah antara pihak korban dan perwakilan panitia nobar.
Sebagai langkah meredam situasi, sejumlah perwakilan kelompok suporter Persib dan Persija di Kuningan turut menandatangani surat pernyataan bersama yang menegaskan rivalitas sepak bola tidak boleh berujung kekerasan di luar lapangan.
















