UMKM Naik Kelas! Kuningan Creative Jadi Katalis Pergerakan Besar
KUNINGANSATU.COM – Semangat membangun potensi lokal melalui kreativitas dan kolaborasi terus digaungkan komunitas Kuningan Creative. Di bawah kepemimpinan Hestya Hemawaty, SE selaku founder sekaligus Ketua Kuningan Creative, wadah ini hadir untuk mendorong perkembangan UMKM, ekonomi kreatif, hingga anak muda kreatif di Kabupaten Kuningan agar mampu berkembang dan bersaing di era digital.
Hestya mengatakan, lahirnya Kuningan Creative berangkat dari kecintaan terhadap tanah kelahiran dan keinginan untuk ikut berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah. Menurutnya, Kabupaten Kuningan memiliki banyak potensi yang belum sepenuhnya mendapatkan ruang untuk dikenal lebih luas.
“Kuningan Creative lahir dari rasa kecintaan terhadap Kabupaten Kuningan. Kami melihat banyak potensi lokal, mulai dari UMKM, komunitas, hingga anak muda kreatif yang perlu diberikan ruang untuk berkembang dan dikenal lebih luas,” ujar Hestya, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, Kuningan Creative didirikan pada tahun 2022 bersama Dr. Reni Fitriani selaku CEO Superkey Consulting Group yang juga menjadi founder sekaligus pembina komunitas tersebut. Keduanya memiliki visi yang sama untuk menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu menghubungkan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat kreatif melalui pengembangan ekonomi kreatif dan digital.
Menurut Hestya, pemilihan nama “Kuningan Creative” bukan sekadar identitas komunitas, tetapi juga membawa semangat kreativitas yang terbuka dan inovatif. Kata “Creative”, kata dia, memiliki makna lebih luas dari sekadar seni atau desain, melainkan cara berpikir kreatif dalam melihat peluang dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat.
“Visinya bagaimana Kabupaten Kuningan tidak hanya dikenal dari wisata alamnya, tetapi juga kuat dalam sektor UMKM dan ekonomi kreatif yang mampu bersaing di era digital,” katanya.
Saat ini, fokus utama Kuningan Creative diarahkan pada pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, penguatan branding UMKM, edukasi digital, event kreatif, networking, hingga promosi potensi lokal melalui media sosial.
Selain itu, komunitas tersebut juga aktif menghadirkan ruang belajar dan kolaborasi agar para pelaku usaha, kreator, dan komunitas di Kuningan dapat berkembang bersama dan saling mendukung.
Hestya menilai, perkembangan industri kreatif dan digital di Kabupaten Kuningan saat ini menunjukkan tren yang cukup positif. Ia melihat semakin banyak anak muda maupun pelaku UMKM yang mulai memahami pentingnya branding, digital marketing, dan pemanfaatan media sosial untuk pengembangan usaha.
“Potensinya sangat besar. Sekarang banyak anak muda Kuningan yang mulai berani membangun usaha sendiri, membuat karya digital, hingga mengembangkan personal branding melalui media sosial,” ungkapnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis daerah. Salah satu tantangan terbesar adalah membangun pola kolaborasi yang konsisten di antara para pelaku kreatif dan UMKM.
“Kadang masih ada mindset berjalan sendiri-sendiri. Padahal ekonomi kreatif akan jauh lebih kuat jika dibangun bersama melalui kolaborasi,” ujarnya.
Selain persoalan kolaborasi, tantangan lain yang masih dihadapi yakni perluasan akses pasar, networking, dan exposure bagi pelaku usaha lokal. Karena itu, Kuningan Creative berupaya menjadi wadah yang mempertemukan berbagai ide, komunitas, dan pelaku kreatif agar dapat tumbuh bersama.
Dalam perkembangan era digital saat ini, Hestya juga menilai media sosial memiliki peran yang sangat penting dalam membangun identitas kreatif maupun promosi usaha. Menurutnya, platform seperti Instagram kini telah menjadi etalase digital bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.
“Banyak peluang kolaborasi dan bisnis hari ini lahir dari konsistensi membangun identitas digital melalui media sosial,” katanya.
Lebih jauh, Hestya menegaskan bahwa salah satu misi utama Kuningan Creative adalah mengangkat potensi lokal Kabupaten Kuningan, baik dari sisi UMKM, wisata, budaya, kuliner, maupun kreativitas anak muda melalui konten digital yang menarik dan relevan.
Ia berharap potensi daerah dapat semakin dikenal luas dan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Ke depan, Kuningan Creative ingin dikenal sebagai wadah pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif yang mampu menjadi ruang kolaborasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Kuningan.
“Kami ingin melahirkan lebih banyak UMKM naik kelas, kreator muda yang berkembang, dan terciptanya ekosistem ekonomi kreatif yang kuat sehingga Kabupaten Kuningan semakin dikenal melalui karya, inovasi, dan potensi lokalnya,” pungkasnya.***














