Tembok Runtuh di Cigugur, Pekerja Tewas dan Satu Luka Berat Saat Bongkar Bangunan
KUNINGANSATU.COM,- Kecelakaan kerja terjadi di kawasan Villa Kampung Gunung, Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (21/10/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Dua pekerja bangunan tertimpa reruntuhan tembok saat melakukan pembongkaran bangunan gudang, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka berat.
Korban diketahui bernama Enco Sudarso dan Sakum, keduanya warga Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan bermula saat kedua korban sedang merobohkan bangunan bekas gudang berukuran 4×8 meter yang sudah tidak beratap.
“Saat itu korban Enco sedang memukul tembok menggunakan palu besar. Tiba-tiba tembok bagian bawah runtuh dan menimpa keduanya,” ujar salah satu rekan kerja korban yang berada di lokasi kejadian.
Rekan-rekan pekerja lain yang saat itu berada tidak jauh dari lokasi segera berlari memberikan pertolongan. Mereka berupaya mengangkat reruntuhan tembok dan mengevakuasi kedua korban.
“Kami langsung bantu angkat tembok yang menimpa mereka. Enco sudah tidak sadarkan diri, sedangkan Sakum masih bergerak tapi kesakitan,” tambahnya.
Kedua korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Cigugur untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, dalam perjalanan, Enco Sudarso dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat di bagian kepala dan dada. Sementara Sakum mengalami luka berat pada dahi, kaki kanan, lengan kanan, serta pergelangan tangan kiri, dan kini tengah dirawat di RS Sekar Kamulyan Cigugur.
Kapolsek Cigugur, AIPTU Kuswa, SE melalui Kanit Reskrim AIPTU Aan Tri Wijayanto membenarkan adanya peristiwa kecelakaan kerja tersebut.
“Benar, telah terjadi kecelakaan kerja di wilayah Kelurahan Cipari yang menewaskan satu pekerja bangunan. Satu korban lainnya mengalami luka berat dan masih dirawat di rumah sakit,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (21/10/2025) sore.
Ia menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa lokasi kejadian. Dugaan sementara, tembok sudah rapuh dan tidak stabil saat dibongkar,” ungkapnya.
Sementara itu, warga sekitar bernama Dedi (47) berharap agar ke depan kegiatan pembongkaran bangunan dilakukan dengan lebih hati-hati dan memperhatikan aspek keselamatan kerja.
“Kami turut berduka atas kejadian ini. Semoga bisa jadi pelajaran agar pekerja lebih waspada dan menggunakan alat pelindung diri,” kata Dedi.***













