Tak Terdata, Tak Bermartabat: Honorer Non Database Dibuang di Penghujung 2025
KUNINGANSATU.COM,- Penghujung tahun 2025 menjadi momentum yang kontras bagi ribuan tenaga kerja di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Setelah sebelumnya 4.271 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu resmi diangkat dan menerima Surat Keputusan (SK), di sisi lain justru tersisa kisah pilu para pekerja honorer non database yang harus mengakhiri pengabdiannya tanpa kejelasan.
Hari ini, Rabu (31/12/2025), menjadi hari terakhir bagi para honorer non database untuk bekerja. Tanpa seremoni, tanpa penghormatan, bahkan tanpa sepatah kata terima kasih, mereka seolah dilepas begitu saja dari sistem yang selama ini mereka topang dengan tenaga dan loyalitas.
Rizki, salah seorang pekerja honorer non database, mengaku kecewa dan terpukul dengan situasi yang harus ia terima. Namun, ia hanya bisa pasrah menerima kenyataan tersebut.
“Kecewa pasti, tapi mau bagaimana lagi,” ujarnya lirih.
Menurut Rizki, pengabdiannya selama ini seakan kalah oleh persoalan administratif, yakni kekurangan masa kerja beberapa bulan sehingga tidak memenuhi syarat untuk masuk ke dalam database honorer.
Padahal, selama bertahun-tahun ia menjalankan tugas yang sama dengan tenaga honorer lainnya, bahkan tak jarang memikul beban pekerjaan yang lebih berat.
Ia juga mengungkapkan kekecewaan mendalam karena berakhirnya masa kerja tersebut tidak disertai bentuk penghargaan apa pun.
“Tidak ada selembar kertas, tidak ada ucapan terima kasih. Seolah kami ini tidak pernah ada,” ungkapnya.
Rizki menegaskan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya yang masuk kategori honorer non database selama ini justru menjadi tulang punggung dalam pelaksanaan pekerjaan teknis di lapangan. Mereka bekerja di balik layar, menyelesaikan pekerjaan yang sering kali luput dari perhatian, namun krusial bagi jalannya pelayanan publik.
“Beban pekerjaan terbesar sering ada di kami. Tapi ketika selesai, kami dibuang begitu saja,” tambahnya.
Kisah Rizki dan rekan-rekannya menjadi ironi di tengah euforia pengangkatan PPPK Paruh Waktu. Di satu sisi, negara hadir memberikan kepastian bagi ribuan pegawai, namun di sisi lain, masih ada tenaga pengabdi yang harus menelan pahitnya ketidakpastian di akhir tahun, tanpa kejelasan masa depan.
Penghujung 2025 pun bukan hanya tentang selebrasi birokrasi, tetapi juga tentang tangis sunyi para honorer non database yang merasa pengabdiannya tak pernah benar-benar dihitung.***
















