Silaturahmi SPPG Kuningan Lewat Mini Soccer, Relawan MBG Perkuat Kebersamaan

KUNINGANSATU.COM,- Di bawah cuaca cerah Kabupaten Kuningan, semangat pengabdian relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak hanya tercermin dari aktivitas dapur, tetapi juga dari kebersamaan di lapangan hijau. Melalui laga persahabatan bertajuk Mini Soccer Acara Silaturahmi SPPG, relawan SPPG Margamukti Cimahi dan SPPG Kalapagunung bertemu dalam suasana penuh keakraban, Sabtu (24/1/2026) pukul 14.00 WIB.
Pertandingan yang digelar di Lapangan Mini Soccer Royal Horse Ancaran itu bukan sekadar ajang olahraga, melainkan ruang silaturahmi untuk mempererat ikatan antarrelawan yang selama ini berjibaku di garda terdepan pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi anak bangsa.
Mengusung semangat Silaturahmi MBG, kegiatan ini membawa pesan bahwa perjuangan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat harus diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan fisik dan kebahagiaan para relawannya. Kebersamaan di lapangan diharapkan menjadi energi positif untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
Pengelola Dapur SPPG Kalapagunung, Yanto Risdianto, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, silaturahmi lintas dapur menjadi kunci menjaga harmoni dalam pengabdian.
“Kegiatan ini sangat luar biasa. Bukan hanya soal menendang bola, tapi bagaimana kita menjalin silaturahmi untuk maheutkeun duduluran atau mempererat persaudaraan. Kita melepas penat sejenak agar bisa kembali bekerja dengan energi yang lebih besar demi anak bangsa,” ujarnya.
Yanto juga berharap agenda serupa dapat dilaksanakan secara rutin agar tidak terjadi sekat antar dapur MBG. Menurutnya, persaingan seharusnya terbangun secara sehat melalui peningkatan kualitas menu dan pelayanan gizi.
“Mari kita bersaing di dapur dengan beradu menu dan kualitas yang baik demi pemenuhan gizi anak-anak bangsa sebagai generasi penerus,” tegasnya.
Suasana pertandingan berlangsung meriah dengan dukungan sejumlah pihak, salah satunya Dapoer Mamah Adel. Gelak tawa, sportivitas, dan jabat tangan hangat di akhir laga menjadi penanda bahwa kebersamaan jauh lebih penting dari hasil pertandingan.
Melalui kegiatan sederhana ini, relawan MBG menegaskan komitmen bahwa pengabdian akan terasa lebih ringan jika dijalani dengan rasa kekeluargaan. Raga yang sehat dan silaturahmi yang terjaga diyakini akan melahirkan pelayanan yang lebih bermakna bagi masa depan Indonesia.


















