Silaturahmi Ramadan dengan Pers, Bupati Kuningan Ajak Media Jaga Iklim Investasi

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar silaturahmi Ramadan bersama insan pers di Teras Pendopo Kabupaten Kuningan, Senin (16/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar mengajak para jurnalis memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna membangun optimisme masyarakat serta menciptakan iklim yang kondusif bagi pembangunan dan investasi.

Acara yang dihadiri Wakil Bupati Kuningan, Seksa kuningan, Asistena Daerah 3 , Kepala Bagian Prokompim, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta para pimpinan media dan wartawan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan kalangan pers.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan menjelang Idulfitri, melainkan ruang untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah dan insan media di Kabupaten Kuningan.

“Ini bukan sekadar kumpul biasa. Bagi saya, bagi Ibu Wakil Bupati, dan bagi pemerintah daerah, ini momentum untuk mempererat tali kebatinan dan memperkuat komunikasi dengan teman-teman pers yang selama ini sudah berjalan cukup baik,” ujar Bupati.

Ia juga mengapresiasi peran media yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam perjalanan kariernya, sejak masih menjadi birokrat hingga dipercaya memimpin Kabupaten Kuningan.

Menurutnya, selama hampir tiga dekade berkiprah di pemerintahan daerah, kritik dan masukan dari para wartawan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan kebijakan.

“Saya dibesarkan juga oleh teman-teman pers. Banyak masukan konstruktif yang justru membantu saya dalam melihat persoalan secara lebih luas,” katanya.

Namun demikian, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam pemberitaan. Ia menilai kritik sangat diperlukan sebagai kontrol sosial, tetapi diharapkan tetap disampaikan secara konstruktif dan berbasis data.

Ia mengungkapkan, pemberitaan negatif yang tidak berimbang berpotensi memengaruhi kepercayaan investor terhadap daerah. Bahkan, ia mengaku sempat kehilangan peluang investasi karena situasi pemberitaan yang dianggap kurang kondusif.

“Ada investor yang sempat mundur karena membaca situasi pemberitaan yang dinilai tidak kondusif. Padahal investasi itu penting untuk membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.

Menurut Bupati, saat ini pemerintah daerah tengah berupaya mendorong masuknya investasi untuk memperkuat ekonomi daerah. Beberapa investor bahkan disebut telah mulai melakukan proses pembebasan lahan untuk pembangunan industri yang diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja.

“Kalau dua pabrik saja bisa menyerap 5.000 sampai 10.000 tenaga kerja, itu sudah sangat membantu mengurangi angka pengangguran di Kuningan,” jelasnya.

Bupati juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif, seperti penurunan angka kemiskinan dan meningkatnya daya saing daerah. Berdasarkan data yang dirilis lembaga nasional, Kabupaten Kuningan disebut masuk dalam jajaran daerah dengan indeks daya saing cukup tinggi di Indonesia.

Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, termasuk perbaikan infrastruktur jalan dan penguatan kondisi fiskal daerah.

“Membangun daerah tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Butuh proses, kesabaran, dan kerja sama semua pihak,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Bupati mengajak insan pers menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadirkan informasi yang berimbang sekaligus membangun optimisme masyarakat.

“Pemerintah membutuhkan pers, dan pers juga membutuhkan pemerintah. Kita ini sebetulnya simbiosis mutualisme. Mari kita bangun Kuningan bersama dengan semangat kebersamaan,” katanya.

Menjelang Hari Raya Idulfitri yang tinggal beberapa hari lagi, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers dan masyarakat apabila selama menjalankan pemerintahan masih terdapat kekurangan.

“Jika selama ini ada kebijakan atau keputusan yang belum memuaskan semua pihak, saya atas nama pribadi dan pemerintah daerah memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutupnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup