Respon Cepat Bupati Kuningan! Warga Korban Kekerasan di Kamboja

KUNINGANSATU.COM,- DN warga Kabupaten Kuningan yang menjadi korban perdagangan tenaga kerja di Kamboja akhirnya meminta pertolongan langsung kepada Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar melalui sambungan video call pada hari Jum’at (5/12/2025).

Dalam percakapan bersama bupati , DN menyampaikan bahwa awalnya dijanjikan pekerjaan yang “enak” sebelum diberangkatkan. Namun sesampainya di Kamboja, mereka justru wajib membayar denda hingga Rp25 juta dan mendapat perlakuan kasar jika tidak mencapai target pekerjaan. Korban bahkan menunjukkan luka memar di kepala dan bagian tubuh lain yang disebut akibat dipukul menggunakan pipa.

Bupati yang melakukan percakapan langsung dengan korban, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi warganya yang terjebak jaringan tenaga kerja ilegal. Ia memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan langkah cepat.

“Kita akan koordinasi dengan pihak terkait. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama bisa segera dipulangkan,” ujarnya

Bupati juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menerima tawaran pekerjaan ke luar negeri. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penempatan tenaga kerja harus melalui prosedur resmi demi keamanan.

“Kalau ada tawaran kerja yang tidak jelas, segera konsultasikan ke Dinas Tenaga Kerja. Kami siap membantu agar kasus seperti ini tidak kembali terjadi,” katanya.

Dengan laporan penyiksaan dan penipuan yang menimpa warga Kuningan di Kamboja, pemerintah daerah kini bergerak mencari solusi tercepat untuk membawa pulang para korban dan memastikan perlindungan bagi mereka.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup