Potensi Industri Film Kuningan Makin Terlihat, Disparbud Jabar Dorong Penguatan Ekosistem Kreatif

KUNINGANSATU.COM,- Potensi industri film di Kabupaten Kuningan mulai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, Rispiaga, usai menghadiri kegiatan Screening Film Kuningan bertajuk “Layar Lokal, Cerita Kita” yang digelar oleh Forum Film Kuningan di Erion Space, Jalan Baru Awirarangan, Sabtu (8/3/2026).

Menurut Rispiaga, berdasarkan data realisasi investasi tahun 2025, mulai bermunculan studio-studio film di Kuningan meski skalanya belum besar. Namun, hal tersebut dinilai menjadi indikator awal bahwa daerah ini memiliki potensi yang kuat untuk berkembang di sektor industri perfilman.

“Kalau dilihat dari data realisasi investasi 2025, memang sudah mulai muncul studio-studio di Kuningan. Mungkin belum studio besar, tetapi ini menunjukkan ada potensi yang sangat besar,” ujar Rispiaga.

Ia juga menyoroti peran putra daerah yang telah lebih dulu berkecimpung di industri film nasional, seperti Kang Ence, yang diharapkan dapat membantu membuka jaringan sekaligus menggandeng pelaku kreatif dari Kuningan agar dapat terhubung dengan industri film yang lebih luas.

Lebih lanjut, Rispiaga menilai pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektor perfilman. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengenali dan memetakan potensi yang ada di daerah, mulai dari komunitas, sumber daya manusia, hingga ketersediaan ruang kreatif yang dapat mendukung kegiatan seni dan perfilman.

Menurutnya, keberadaan tempat kreatif seperti Erion Space dapat menjadi salah satu titik penting dalam mengembangkan subsektor ekonomi kreatif, tidak hanya film tetapi juga musik, seni pertunjukan, dan bidang kreatif lainnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan dari dunia pendidikan. Kampus, kata dia, dapat menjadi bagian dari ekosistem kreatif, terutama melalui program studi yang berkaitan dengan desain komunikasi visual maupun perfilman.

“Setelah potensi dipetakan, kita mulai membangun jaringan ekosistemnya. Misalnya menghubungkan kampus dengan komunitas, lalu dengan industri yang sudah berjalan. Setelah itu baru masuk ke perlindungan kekayaan intelektual dan pada akhirnya menuju komersialisasi produk,” jelasnya.

Dari sisi kebijakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memiliki target pengembangan ekonomi kreatif di setiap kabupaten dan kota yang diturunkan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Target tersebut diukur melalui beberapa indikator, seperti kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor ekonomi kreatif, nilai investasi, serta penyerapan tenaga kerja.

Rispiaga menambahkan, industri film memiliki keunggulan karena mampu menggerakkan banyak subsektor ekonomi lainnya sekaligus membuka peluang kerja yang luas.

“Film itu bukan hanya soal artis. Ada banyak sektor pendukung seperti musik, transportasi, fashion, hingga catering. Jadi satu produksi film bisa menggendong banyak subsektor ekonomi kreatif lainnya,” katanya.

Dengan potensi sumber daya manusia, komunitas kreatif, serta dukungan ekosistem yang mulai terbentuk, ia optimistis Kuningan memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu daerah penggerak industri kreatif, khususnya di bidang perfilman.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup