Pesan Untuk Bupati Kuningan di Penghujung 2025, Jumhari: Tetap Sederhana dan Bersahaja
KUNINGANSATU.COM,- Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan, Dr. H. Jumhari, ST., MT, menyampaikan bahwa kepemimpinan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar bersama Wakil Bupati Tuti Andriani sejak dilantik pada Februari 2025 menunjukkan arah pemerintahan yang tenang, sederhana, namun menghasilkan capaian pembangunan yang nyata.
Menurut Jumhari, gaya kepemimpinan yang tidak berlebihan, rendah hati, dan komunikatif menjadi ciri utama duet pimpinan daerah saat ini. Ia menggambarkan kepemimpinan tersebut dengan ungkapan, “sederhanakan dalam berjalan, lunakkan suaramu”, sebagai simbol cara kerja pemerintahan yang tidak mengedepankan retorika keras, tetapi fokus pada hasil.
“Bupati dan Wakil Bupati menjalankan roda pemerintahan dengan sikap yang bersahaja, penuh kesabaran, dan komunikasi yang menyejukkan. Namun di balik ketenangan itu, capaian kinerja daerah justru terlihat signifikan,” ujar Jumhari, Rabu (24/12/2025).
Ia memaparkan, salah satu capaian utama Kabupaten Kuningan tahun 2025 adalah penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Barat, jumlah penduduk miskin di Kuningan pada 2025 tercatat 119.670 jiwa, menurun sekitar 12.160 jiwa dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 131.830 jiwa. Persentase kemiskinan pun turun dari 11,88 persen menjadi 10,74 persen, yang merupakan level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, peringkat kemiskinan Kabupaten Kuningan di tingkat Provinsi Jawa Barat juga mengalami perbaikan, dari sebelumnya berada di peringkat kedua menjadi peringkat ketiga, menandakan adanya kemajuan relatif dibanding daerah lain.
“Penurunan kemiskinan ini bukan terjadi secara instan, tetapi merupakan hasil dari perencanaan pembangunan yang lebih terarah, intervensi program yang tepat sasaran, serta sinergi antar perangkat daerah,” jelasnya.
Di sektor pembangunan daerah, Jumhari menambahkan bahwa Kabupaten Kuningan juga meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2025 dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan peringkat kedua. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan daerah dalam aspek perencanaan, pencapaian pembangunan, dan inovasi daerah.
“PPD ini menjadi pengakuan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kuningan berada pada jalur yang benar. Ini bukan sekadar penghargaan simbolik, tetapi pengakuan atas kerja kolektif pemerintah daerah,” kata Jumhari.
Ia menegaskan, berbagai capaian tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya kesejahteraan akibat berkurangnya jumlah penduduk miskin, tumbuhnya kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah, hingga semakin terarahnya pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan.
“Singkatnya, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Kuningan. Kita tidak hanya berbicara angka dan penghargaan, tetapi tentang arah pembangunan yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menutup keterangannya di penghujung tahun 2025, Jumhari menyampaikan harapan dan doa agar kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kuningan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, kebahagiaan, serta keberkahan dalam menjalankan amanah.
“Dengan kesederhanaan langkah dan suara yang lunak, namun kerja yang nyata, kami optimistis Kabupaten Kuningan dapat terus melangkah menuju kesejahteraan dan kemajuan yang berkelanjutan,” pungkasnya.***
















