Waroeng Rakyat Angkat Isu Pers: Integritas Jurnalis dan Tantangan Digital di Kuningan

KUNINGANSATU.COM,- Komunitas Waroeng Rakyat Kabupaten Kuningan kembali menggelar forum diskusi publik yang mempertemukan masyarakat, insan pers, serta para pemangku kebijakan, Jum’at (12/12/25) di Nangkring food&drink Kuningan .

Acara berlangsung hangat dan dipandu oleh Mumu Muhyiddin. Empat narasumber hadir membedah tema “Menguatkan Peran Pers sebagai Pilar Ke-4 dalam Mendorong Pembangunan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan.”

Para pembicara tersebut yakni Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy, mantan Kabag Humas Setda Kuningan Trisman Supriatna, akademisi Abdul Jalil Hermawan, serta pegiat media Pandu Hamzah. Mereka menyoroti dinamika pers di tengah kompetisi digital, sekaligus menegaskan pentingnya integritas jurnalis dalam menjaga kepercayaan publik.

“Peran pers sangat penting dalam memastikan transparansi pembangunan. Media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mengawal kebijakan agar benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat,” ujar Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy.

Sementara itu, Trisman Supriatna mengingatkan bahwa akurasi tetap menjadi pijakan utama dalam praktik jurnalistik. “Di era digital seperti sekarang, kecepatan itu penting, tapi akurasi jauh lebih utama. Jangan sampai media kehilangan kepercayaan publik hanya karena tergesa-gesa,” ucapnya.

Akademisi Abdul Jalil Hermawan menambahkan pentingnya kolaborasi yang sehat antara media dan pemerintah. “Kolaborasi tidak boleh dimaknai sebagai kedekatan yang menghilangkan fungsi kontrol. Justru kolaborasi itu harus tetap kritis, objektif, dan berimbang,” tegasnya.

Pandu Hamzah, sebagai pegiat media, menyoroti tantangan media lokal yang harus bersaing dengan derasnya konten digital. “Media lokal menghadapi persaingan besar dari kreator digital. Karena itu, jurnalis harus kembali pada esensi: integritas, verifikasi, dan keberanian menulis fakta apa adanya,” ujarnya.

Forum juga menyinggung isu-isu aktual yang tengah ramai di Kuningan, seperti polemik kawasan Gunung Ciremai, tata kelola pembangunan daerah, hingga nasib media lokal di tengah perubahan lanskap digital. Diskusi berlangsung terbuka, dengan peserta diberi ruang menyampaikan pandangan dan kritik.

“Forum ini kami hadirkan sebagai ruang dialog, supaya pers, pemerintah, dan masyarakat bisa duduk bersama, saling mendengar, dan mencari jalan terbaik untuk Kuningan,” kata moderator Mumu Muhyiddin.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Waroeng Rakyat berharap tercipta kerja sama yang lebih kuat antara pers, pemerintah, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat transparansi serta mendorong pembangunan Kabupaten Kuningan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup