Paham Nasionalisme Sukarno, Ideologi Tengah Diantara Kapitalisme dan Komunisme
KUNINGANSATU.COM,- “Empat kutub ideologi” sering merujuk pada empat paham utama yang menjadi dasar perjuangan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, ketuhanan yang maha esa, dan anti-kapitalisme/imperialisme. Konsep ini berlawanan dengan “tiga kutub ideologi” yaitu Kapitalisme, Komunisme, dan Pan Islamisme. Penjelasan empat kutub ideologi GMNI:
• Sosio-nasionalisme: Memiliki watak sosial yang mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan, di mana nasionalisme ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
• Sosio-demokrasi: Menghendaki demokrasi yang memiliki watak sosial, mencakup demokrasi politik dan ekonomi untuk menyelamatkan kaum marhaen (rakyat jelata).
• Ketuhanan Yang Maha Esa: Meyakini eksistensi Tuhan dan menjadi landasan bagi perjuangan serta cita-cita bangsa Indonesia.
• Anti-penghisapan (termasuk kapitalisme dan imperialisme): Menolak penghisapan oleh kaum kapitalis dan imperialis, serta berjuang untuk mewujudkan sosialisme Indonesia yang anti-penindasan dan anti-kolonialisme.
Ideologi merupakan keseluruhan sistim berpikir, nilai-nilai, dan sikap dasar rohaniah sebuah gerakan, kelompok sosial, atau individu. Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu sistim penjelasan tentang eksistensi suatu kelompok sosial, sejarahnya, dan proyeksinya ke depan.
Dengan demikian ideologi memiliki fungsi mempolakan, mengkonsultasikan dan menciptakan arti di dalam tindakan masyarakat. Ideologi yang dianutlah yang pada akhirnya akan sangat menentukan bagaimana seseorang atau sekelompok orang memandang sebuah persoalan dan harus berbuat apa untuk mensikapi persoalan tersebut.
Pengertian-definisi demikian jelaslah betapa pentingnya kita mempelajari ideologi. Akan tetapi sebelum sampai kepada pembahasan ke empat kutub tersebut, sebaiknya kita artikan dulu apa yang dimaksud dengan ideologi? Untuk apa kita memahaminya? Bagaimana empiriknya saat ini?
Pengertian atau definisi ideologi saya dekatkan dari pendapat Mubyarto dan Fr Magnis Suseno. Dua sosok yang terkenal dari karya-karya intelektualnya. Menurut pendapat mereka ideologi adalah suatu “doktrin kepercayaan dan simbol” sekelompok masyarakat atau bangsa yang menjadi pegangan dan pedoman kerja atau perjuangan untuk mencapai tujuan masyarakatnya.
Lalu timbul pertanyaan berapa banyak ideologi yang ada di dunia ini?. Jawabannya tidak ada yang pasti. Sama saja dengan berapa banyak suku, agama, ras, etnik dan seterusnya karena belum ada data yang pasti. Akan tetapi secara umum sesungguhnya kutub ideologi itu hanya dua, yakni; Liberal-Kapitalisme yang diwakili oleh Declaration Of Independence Amerika Serikat dan Sosialisme-Komunisme diwakili oleh Manifesto Partai Komunis Internasional.
Sebagai sebuah ideologi tengah, sudah tepat bangsa Indonesia memiliki paham marhaenisme atau nasionalisme Sukarno yang terangkum dalam Pancasila yang cocok sebagai landasan bagi Indonesia yang majemuk.
Ditengah berbagai tantangan kontemporer seperti globalisasi, politik identitas dan disrupsi digital, aspek-aspek relevansi nasionalisme Sukarno masih sangat relevan sampai saat ini seperti :
1. Menguatkan persatuan dalam keberagaman
2. Menentang imperialisme dan kolonialisme
3. Kemanusiaan universal dan peran international
4. Demokrasi dan musyawarah
5. Kesejahteraan sosial bagi semua
Sebagai penutup diskursus, mengutip amanat dari Alm. HM Taufik Kiemas : jangan pernah lelah dan berhenti membela kaum yang lemah dan terpinggirkan (marhaen), berbuatlah untuk mereka.
Ditulis oleh: Uha Juhana, Ketua GMNI Kuningan Periode 2003-2006















