MPLS 2026 Dimulai, Ini Pesan Penting Bupati Dian untuk Guru, Orang Tua, dan 63 Ribu Siswa Baru
KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah bagi peserta didik. Hal itu disampaikan Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP di SMP Negeri 1 Sindangagung, Senin (13/7/2026).
Dalam kegiatan yang diikuti secara langsung maupun daring oleh kepala sekolah, guru, dan peserta didik baru dari berbagai sekolah di Kabupaten Kuningan tersebut, Bupati Dian menegaskan bahwa MPLS harus menjadi momen yang menyenangkan sebagai langkah awal anak memasuki dunia pendidikan di lingkungan baru.
Menurutnya, praktik perpeloncoan, bullying, hingga segala bentuk kekerasan tidak boleh lagi ditemukan di sekolah. Ia meminta seluruh satuan pendidikan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap tindakan yang dapat mengganggu rasa aman peserta didik.
“Anak-anak harus merasa nyaman sejak hari pertama masuk sekolah. Tidak boleh ada intimidasi, bentakan, maupun perundungan. Sekolah harus menjadi tempat yang membuat mereka semangat belajar setiap hari,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan seluruh kepala sekolah agar memastikan sekolah menjadi kawasan yang aman dengan memperkuat peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan. Pemerintah daerah, kata dia, akan mengambil langkah tegas apabila masih ditemukan praktik kekerasan di lingkungan pendidikan.
Selain menciptakan sekolah yang aman, Dian meminta pelaksanaan MPLS lebih mengedepankan proses adaptasi, khususnya bagi peserta didik yang baru memasuki jenjang sekolah dasar. Ia menilai hari-hari pertama sekolah seharusnya digunakan untuk mengenalkan lingkungan belajar, bukan memberikan tekanan melalui tes membaca, menulis, maupun berhitung.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan literasi digital. Peserta didik diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bijak sekaligus mengamalkan nilai-nilai karakter khas Kuningan, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan parigel dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada para orang tua, Bupati mengajak untuk membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah sehingga proses pendidikan dapat berjalan selaras antara lingkungan keluarga dan sekolah.
Sementara kepada peserta didik baru, ia berpesan agar rajin belajar, menghormati guru, memperluas pergaulan dengan teman-teman baru, serta membiasakan sikap saling menghargai sebagai bekal meraih cita-cita.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Elon Carlan, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan bahwa MPLS dilaksanakan secara serentak mulai 13 hingga 17 Juli 2026 di seluruh jenjang PAUD, SD, dan SMP.
Selama lima hari pelaksanaan, peserta didik akan mengikuti berbagai kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dengan pendekatan yang ramah anak dan ramah lingkungan, sehingga proses adaptasi berlangsung lebih nyaman.
Ia menyebutkan, jumlah peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kuningan mencapai 63.686 orang. Rinciannya terdiri atas 24.162 peserta didik PAUD, 23.752 peserta didik SD, dan 15.772 peserta didik SMP. Sementara sebagian lainnya memilih melanjutkan pendidikan di madrasah maupun lembaga pendidikan berbasis keagamaan.
Melalui pelaksanaan MPLS yang humanis dan bebas kekerasan, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, sekaligus mampu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
















