Mahasiswa KKN Kolaboratif Bongkar Solusi Atasi Sampah di Gewok, Warga Diajak Bergerak Bersama

KUNINGANSATU.COM,- Upaya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah terus dilakukan Mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 3 Desa Gewok. Melalui Forum Diskusi Penanganan Sampah yang digelar di Balai Desa Gewok, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Minggu (26/7/2026), mahasiswa mengajak seluruh elemen desa berkolaborasi menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

Mengusung tema “Dari Kesadaran Menjadi Kebiasaan: Sinergi Efektif Mendorong Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga”, kegiatan ini menjadi salah satu program kerja unggulan KKN Kolaboratif untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah sejak dari lingkungan rumah tangga.

Forum tersebut dihadiri Kepala Desa Gewok Iis Agustiani, Ketua BPD Juhana, S.Sos., Ketua KKN Kolaboratif Kelompok 3 Artman Muhammed Laugis, unsur LPM, Karang Taruna, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga Desa Gewok.

Ketua KKN Kolaboratif Kelompok 3, Artman Muhammed Laugis, mengatakan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah desa atau mahasiswa semata. Menurutnya, diperlukan keterlibatan aktif seluruh masyarakat agar perubahan yang diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Forum ini kami harapkan menjadi langkah awal membangun kesadaran bersama. Dengan sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, kami optimistis persoalan sampah di Desa Gewok dapat ditangani secara bertahap,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri tidak membuang sampah sembarangan serta menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah sebagai bagian dari budaya hidup bersih.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Ketua BPD Desa Gewok, Juhana, S.Sos. Menurutnya, program yang diinisiasi mahasiswa KKN patut mendapat dukungan seluruh elemen masyarakat karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

Ia berharap Karang Taruna dan seluruh warga dapat ikut berperan aktif sehingga program penanganan sampah yang dirancang mahasiswa dapat berjalan sesuai harapan.

Senada dengan itu, Kepala Desa Gewok Iis Agustiani mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan di wilayahnya. Masih ditemukannya sampah yang berserakan di sejumlah lokasi menunjukkan perlunya peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Karena itu, Pemerintah Desa Gewok menyambut baik program yang digagas mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 3. Menurutnya, forum diskusi menjadi media edukasi sekaligus ruang mencari solusi bersama untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih.

Ia juga mengajak masyarakat, khususnya Karang Taruna, ikut berkontribusi melalui gotong royong, penyediaan bahan seperti bambu, maupun dukungan tenaga dalam merealisasikan program penanganan sampah.

Dalam sesi diskusi, Aman, S.Pd. selaku perwakilan LPM mengusulkan agar titik pengumpulan sampah tidak hanya tersedia di tingkat dusun, tetapi juga di setiap kampung. Menurutnya, lokasi yang lebih dekat akan memudahkan masyarakat membuang sampah sekaligus meningkatkan partisipasi warga.

Usulan serupa disampaikan Ketua Karang Taruna Desa Gewok, Dede Darmadi Kurnia, S.Pd. Ia menilai penempatan titik pengumpulan sampah di setiap kampung akan lebih efektif dalam membangun kebiasaan masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

Sementara itu, mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 3 Ahmad Novaldi mengaku bersyukur atas tingginya antusiasme pemerintah desa, lembaga desa, Karang Taruna, tokoh masyarakat, dan warga dalam mengikuti forum tersebut.

Menurutnya, semangat kolaborasi yang terlihat selama diskusi menjadi modal penting untuk merealisasikan program penanganan sampah secara berkelanjutan.

“Harapan kami, semangat ini tidak berhenti di forum diskusi saja, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata sehingga Desa Gewok dapat menjadi desa yang bersih, sehat, asri, dan nyaman,” katanya.

Melalui forum ini, mahasiswa KKN Kolaboratif Kelompok 3 berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah desa, lembaga desa, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. Langkah tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga sebagai fondasi menuju Desa Gewok yang bersih dan berkelanjutan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup