Pelantikan Bukan Sekadar Seremonial, Ketua KOPRI PC PMII Kuningan Tegaskan Komitmen Perjuangan
KUNINGANSATU.COM,- Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) dan Korps PMII Putri (KOPRI) PC PMII Kabupaten Kuningan yang digelar di Pendopo Kabupaten Kuningan, Sabtu (16/5/2026), menjadi momentum peneguhan komitmen gerakan sosial dan perjuangan kader.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua KOPRI PC PMII Kabupaten Kuningan, Aan Lestari, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda seremonial pergantian kepengurusan, melainkan awal pengabdian kader untuk menjawab berbagai persoalan sosial yang masih terjadi di masyarakat.
Menurut Aan, hingga saat ini persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi tantangan nyata. Selain itu, ruang aman bagi perempuan, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan yang setara dinilai belum sepenuhnya terwujud.
“Momentum pelantikan ini bukan hanya seremoni organisasi, tetapi peneguhan komitmen perjuangan. Masih banyak persoalan yang harus dijawab melalui gerakan nyata,” ujar Aan saat diwawancarai usai pelantikan di Pendopo Kabupaten Kuningan.
Ia mengatakan, tantangan sosial di era saat ini semakin kompleks sehingga KOPRI PMII harus mampu hadir sebagai ruang kaderisasi yang progresif sekaligus wadah pemberdayaan perempuan.
Aan menilai, kader KOPRI memiliki tanggung jawab moral untuk terjun langsung di tengah masyarakat dan membawa kebermanfaatan nyata. Karena itu, ia berharap kepengurusan yang baru dilantik dapat menjaga solidaritas organisasi serta memperkuat gerakan intelektual yang berpihak pada nilai kemanusiaan.
“KOPRI harus menjadi ruang perjuangan yang mampu melahirkan perempuan-perempuan yang kritis, berdaya, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah unsur pemerintah daerah, tokoh organisasi, serta kader PMII dan KOPRI dari berbagai komisariat di Kabupaten Kuningan.
Aan juga mengajak seluruh kader untuk terus bergerak bersama merawat harapan dan memastikan kehadiran KOPRI memberi dampak positif, baik bagi perempuan, masyarakat, maupun pembangunan sosial di Kabupaten Kuningan.
















