Peringati International Women’s Day, KOPRI PMII Kuningan Gelar Symphony Pergerakan

KUNINGANSATU.CON,- Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PMII Kabupaten Kuningan menggelar aksi bertajuk “Symphony Pergerakan: Perempuan Bergerak, Berdampak Perubahan” dalam rangka memperingati International Women’s Day di depan Pendopo Kabupaten Kuningan, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan orasi, refleksi Hari Perempuan Internasional, serta pembacaan pernyataan sikap sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan, seperti kekerasan, ketimpangan gender, dan keterbatasan akses di berbagai bidang kehidupan.

Ketua KOPRI PMII Kuningan, Aan Lestari, dalam orasinya menegaskan bahwa peringatan International Women’s Day bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat gerakan perempuan dalam memperjuangkan keadilan dan martabat.

“Berdirinya kita di sini bukan hanya untuk kegiatan seremonial. Kita hadir untuk menyuarakan pergerakan perempuan menuju keadilan dan martabat,” ujarnya di hadapan peserta aksi.

Aan juga menyoroti masih terjadinya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Kuningan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi perempuan dan mahasiswa untuk terus mengawal perjuangan kesetaraan.

“Momentum ini harus menjadi simbol gerakan. Bagaimana perjuangan perempuan untuk membebaskan ketidakadilan harus terus dibangun,” katanya.

Dalam orasi tersebut, ia juga mengajak seluruh peserta aksi untuk berani menyuarakan aspirasi dan melawan berbagai sistem yang dinilai tidak berpihak pada perempuan.

“Hidup perempuan yang melawan! Hidup mahasiswa! Hidup rakyat Indonesia!” serunya yang disambut lantang oleh peserta aksi.

Selain orasi, KOPRI PMII Kuningan juga menyampaikan pernyataan sikap yang menegaskan komitmen organisasi dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan keadilan sosial. Dalam pernyataan tersebut, mereka menolak dan mengutuk segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, baik fisik, psikis, seksual, maupun struktural.

KOPRI juga mendorong pemerintah, lembaga pendidikan, serta para pemangku kebijakan untuk memperkuat perlindungan terhadap perempuan melalui kebijakan dan regulasi yang berpihak pada keadilan gender.

Tak hanya itu, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang yang aman dan inklusif bagi perempuan agar dapat berpartisipasi secara setara dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik.

Selama aksi berlangsung, para peserta membawa sejumlah poster berisi pesan-pesan perjuangan, di antaranya bertuliskan “Stop Kekerasan Seksual”, “Lawan Patriarki, Hancurkan Kapitalisme”, “Lindungi Hak Hukum Perempuan dan Anak”, serta “Aku, Kamu, Kita Setara.”

Kegiatan yang berlangsung di depan Pendopo Kuningan tersebut berlangsung tertib. Di akhir kegiatan, para peserta aksi sempat berdialog dan bersalaman dengan pejabat pemerintah daerah yang hadir, sebelum menutup rangkaian acara dengan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan tersebut, KOPRI PMII Kuningan berharap semangat perjuangan perempuan terus terjaga dan mampu melahirkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

“Melalui simfoni pergerakan ini, kami percaya setiap langkah kecil perempuan yang bergerak akan melahirkan dampak bagi perubahan peradaban,” demikian pernyataan sikap yang dibacakan dalam kegiatan tersebut.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup