Gagal Jadi “Sultan”! Guru Honorer Kuningan Dicatut Beli Ferrari Rp4,2 Miliar, Pilih Lapor Polisi

KUNINGANSATU.COM,- Seorang guru honorer di Kabupaten Kuningan, Rizal Nurdimansyah, S.Pd., melaporkan dugaan pencatutan identitas yang menyeret namanya dalam pembelian mobil mewah jenis Ferrari senilai Rp4,2 miliar. Laporan tersebut disampaikan ke Polres Kuningan pada Kamis (16/4/2026), usai ia memastikan adanya kendaraan tersebut terdaftar atas namanya di Samsat.
Rizal datang ke Polres Kuningan didampingi Yusuf Dandi Asih dari Masyarakat Peduli Kuningan (MPK). Keduanya menilai langkah hukum perlu ditempuh untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari dugaan penyalahgunaan data pribadi tersebut.
“Rizal ini kawan saya, dan dari informasi yang berkembang, dia diduga menjadi korban pencatutan identitas. Kami sepakat melapor karena ini penting, apalagi ada potensi risiko hukum ke depan,” ujar Yusuf.
Ia menjelaskan, selain merasa dirugikan secara pribadi, Rizal juga menghadapi tekanan sosial. Namanya menjadi perbincangan, bahkan bahan candaan di lingkungan sekitar. Padahal, Rizal yang baru sekitar tiga bulan diangkat sebagai guru honorer, tidak pernah merasa memiliki kendaraan mewah tersebut.
Kekhawatiran lain, kata Yusuf, adalah asal-usul dana pembelian mobil tersebut yang tidak jelas. “Kami tidak tahu uangnya dari mana. Kalau ada pengembangan kasus, jangan sampai Rizal terseret. Makanya kami ingin ada perlindungan hukum karena jelas dia korban,” tegasnya.
Rizal sendiri mengaku pertama kali mengetahui kabar tersebut dari rekannya. Ia kemudian melakukan pengecekan ke Samsat dan mendapati ada tiga kendaraan terdaftar atas namanya.
“Yang satu memang milik saya, Kijang Innova. Tapi ada Ferrari dan satu motor lagi yang bukan milik saya. Yang Ferrari itu langsung saya blokir,” kata Rizal.
Ia mengaku kaget sekaligus khawatir dengan kejadian ini. Selain potensi masalah hukum, ia juga memikirkan beban pajak kendaraan yang nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
“Takutnya nanti dibebankan ke saya. Padahal saya tidak tahu sama sekali,” ujarnya.
Rizal juga mengungkapkan sempat didatangi pihak yang menawarkan penggunaan data identitasnya untuk pembelian mobil mewah pada awal April lalu. Namun, tawaran itu ia tolak.
“Saya ditelepon tanggal 2 April, diminta data untuk pembelian mobil mewah, tapi saya tidak mau,” katanya.
Setelah itu, ia mendatangi Samsat pada Selasa (14/4/2026) untuk memastikan informasi tersebut. Dari hasil penelusuran, ia kemudian diarahkan untuk melakukan pemblokiran kendaraan yang bukan miliknya melalui sistem.
Kasus ini semakin menguat setelah Rizal menunjukkan dokumen berupa fotokopi KTP dengan identitas dirinya, namun menggunakan foto orang lain.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kuningan IPTU Abdul Azis, S.H., membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya akan menindaklanjuti dengan proses penyelidikan.
“Yang bersangkutan sudah membuat laporan. Selanjutnya akan kami lakukan penyelidikan. Dari laporan awal, ini diduga pemalsuan identitas,” ujarnya.
Polisi kini tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas dugaan pencatutan identitas, sekaligus menelusuri kemungkinan adanya tindak pidana lain yang berkaitan.


















