Forum Rektor Kuningan Gelar Pertemuan Tertutup di Poltekes KMC
KUNINGANSATU.COM,- Forum Rektor se-Kabupaten Kuningan menggelar pertemuan tertutup di kampus Politeknik Kesehatan (Poltekes) KMC Kuningan, Jumat (13/2/2026). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Dr. Sulaeman, M.Ag dan dihadiri tujuh pimpinan perguruan tinggi dari total delapan kampus yang ada di wilayah tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, agenda berlangsung secara tertutup tanpa publikasi resmi, baik sebelum maupun sesudah kegiatan. Tidak ada siaran pers, notulensi terbuka, maupun pernyataan bersama yang disampaikan kepada publik terkait substansi pembahasan dalam forum tersebut.
Hingga Sabtu (14/2/2026), belum ada keterangan resmi mengenai pokok bahasan pertemuan. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan mahasiswa, terkait arah kebijakan atau isu strategis yang mungkin dibicarakan.
Beberapa sumber internal menyebutkan pertemuan tersebut bersifat konsolidatif. Namun, tanpa pernyataan resmi, publik hanya menerima informasi yang terbatas dan terfragmentasi.
Pertemuan forum rektor umumnya menjadi ruang koordinasi akademik dan strategis antar pimpinan perguruan tinggi. Namun, model pertemuan tertutup tanpa transparansi dinilai sebagian pihak menimbulkan pertanyaan metodologis: apakah forum tersebut murni musyawarah akademik, atau ada agenda strategis tertentu yang memerlukan pembahasan eksklusif?
Dalam praktik organisasi kolegial, frekuensi pertemuan sering kali mencerminkan tingkat urgensi suatu isu. Fakta bahwa forum ini jarang mengadakan pertemuan formal berskala kolektif membuat agenda kali ini dinilai memiliki tingkat kepentingan tertentu.
Tujuh pimpinan perguruan tinggi di Kabupaten Kuningan disebut hadir dalam forum tersebut, dengan Dr. Sulaeman, M.Ag bertindak sebagai pimpinan rapat. Satu perguruan tinggi lainnya dilaporkan tidak mengikuti pertemuan.
Pertemuan dilaksanakan di kampus Poltekes KMC Kuningan pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan berlangsung secara tertutup dan tidak terbuka untuk media.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan kolektif atau rencana tindak lanjut yang diumumkan secara resmi oleh Forum Rektor Kuningan. Publik masih menunggu klarifikasi mengenai substansi diskusi, arah kebijakan bersama, serta implikasinya terhadap dunia pendidikan tinggi di Kabupaten Kuningan.
Ketertutupan ini menjadi sorotan sejumlah pihak yang menilai transparansi komunikasi publik penting, terlebih forum tersebut merepresentasikan kepemimpinan akademik di daerah. Klarifikasi resmi dinilai diperlukan untuk meredam spekulasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi di Kabupaten Kuningan.















