Relawan MDMC Jabar Digembleng 3 Hari, Misi Kemanusiaan Jadi Fokus Utama
KUNINGANSATU.COM,- Semangat kerelawanan dan kepedulian terhadap sesama menjadi napas dalam Latihan Gabungan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) se-Jawa Barat yang digelar pada 22–24 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan D’Peak Bongkar, Melatewangi, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini mempertemukan relawan MDMC dari berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk MDMC Universitas Muhammadiyah Kuningan. Selama kegiatan, para peserta tidak hanya ditempa dengan kemampuan menghadapi kondisi kebencanaan, tetapi juga dibekali nilai kedisiplinan, kepedulian, kerja sama, dan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
Pembina Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Kuningan, Yoga Prayuda, mengatakan latihan gabungan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun karakter relawan yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mempunyai kepedulian terhadap masyarakat.
“Semangat yang dibangun bukan hanya tentang kemampuan menghadapi bencana, tetapi bagaimana kita hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” ujar Yoga.
Menurutnya, kemampuan menghadapi situasi darurat harus berjalan beriringan dengan karakter kemanusiaan. Seorang relawan dituntut mampu bergerak cepat, mengambil keputusan, bekerja dalam tim, sekaligus tetap mengedepankan keselamatan dan kepentingan masyarakat.
Nilai tersebut, kata Yoga, juga memiliki keterkaitan erat dengan semangat kepanduan Hizbul Wathan. Kesiapsiagaan, keberanian, kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, hingga kesediaan membantu orang lain merupakan karakter yang perlu terus ditanamkan kepada generasi muda.
Keberadaan relawan dinilai menjadi bagian penting dalam penanggulangan bencana. Terlebih, berbagai potensi bencana dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang siap memberikan respons secara cepat dan terkoordinasi.
MDMC sendiri memiliki peran dalam berbagai tahapan penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi dan kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana. Penguatan kapasitas relawan menjadi salah satu langkah penting agar respons kemanusiaan dapat dilakukan secara efektif ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
Bagi Yoga, keikutsertaan MDMC Universitas Muhammadiyah Kuningan dalam kegiatan tersebut bukan sekadar mengikuti agenda pelatihan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses membentuk generasi muda yang tangguh sekaligus memiliki kepekaan sosial.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana tidak cukup hanya diwujudkan melalui rasa iba. Kepedulian harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
“Menjadi relawan bukan sekadar hadir ketika bencana terjadi, tetapi menjadi manusia yang selalu siap memberikan manfaat bagi sesama,” katanya.
Latihan Gabungan MDMC se-Jawa Barat diharapkan dapat memperkuat kapasitas dan solidaritas antarrelawan sekaligus menumbuhkan semangat pengabdian di kalangan kader muda Muhammadiyah.
Dari arena latihan, para peserta tidak hanya belajar bagaimana menghadapi situasi bencana. Mereka juga ditempa untuk memahami bahwa menjadi relawan berarti memiliki kesiapan untuk hadir, membantu, dan memberikan manfaat ketika masyarakat membutuhkan.














