DRY Diisukan Pindah ke Gerindra? Toto Tohari: Kalau Memang Terjadi Ya Mungkin Saja

KUNINGANSATU.COM – Isu keretakan hubungan politik Bupati Kuningan Dr Dian Rachmat Yanuar dengan Partai Golkar belum lama ini menjadi perbincangan di tengah dinamika politik daerah. Belum juga sepenuhnya reda, muncul isu baru yang tak kalah menarik, yakni kabar keretakan itu dipicu isu bahwa Dian bakal berpindah partai dan dikaitkan dengan Partai Gerindra.

Isu tersebut diketahui mencuat setelah Dian bersama Ketua DPD Partai Golkar Kuningan Asep Setia Mulyana tampil dalam agenda bincang santai bersama awak media bertajuk Satu Meja Satu Komitmen, Merawat Kebersamaan dalam Membangun Kuningan di Resto Teras Mahar Kuningan, Jumat (25/9/2026).

Demi menepis isu keretakan, keduanya dalam forum tersebut menegaskan bahwa komunikasi politik tetap berjalan. Asep bahkan memastikan Partai Golkar sebagai salah satu partai pengusung tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Dian hingga masa jabatannya berakhir.

Namun, pertemuan tersebut rupanya belum membuat dinamika politik Kuningan berhenti bergulir. Kini, nama Dian justru muncul dalam isu yang mengaitkannya dengan Partai Gerindra.

Spekulasi itu salah satunya dikaitkan dengan posisi Ketua DPC Gerindra Kuningan yang disebut masih kosong hingga saat ini. Dari situ kemudian berkembang spekulasi di kalangan politik lokal bahwa posisi tersebut dipersiapkan untuk Dian Rachmat Yanuar.

Bahkan, kabar yang beredar menyebut Bupati yang dikenal dengan jargon “Kuningan Melesat” itu digadang-gadang menjadi Ketua DPC Gerindra Kuningan sudah sangat kuat.

Namun, ketika isu tersebut dikonfirmasi kepada Plt Ketua DPC Gerindra Kuningan Toto Tohari, ia tidak langsung membenarkannya.

“Kata siapa? Coba tanya pak bupatinya langsung,” kata Toto, Senin (28/9/2026).

Saat disampaikan bahwa berdasarkan isu yang beredar bahwa Dian bahkan disebut-sebut bakal menjadi Ketua DPC Gerindra Kuningan, Toto mengingatkan bahwa Dian saat ini diketahui memiliki posisi di Partai Golkar.

“Kalau tidak salah, Pak Dian kan saat ini jadi bapilu Jabar di Golkar,” ujarnya.

Meski demikian, Toto tidak menutup kemungkinan adanya perubahan konfigurasi politik. Menurutnya, dinamika politik sangat mungkin berubah seiring waktu.

“Kalau politik mah kan tidak ada yang abadi, kalau memang terjadi ya mungkin saja,” katanya.

Pernyataan Toto tidak menjadi konfirmasi bahwa Gerindra tengah mempersiapkan Dian sebagai Ketua DPC. Ia hanya membuka kemungkinan apabila suatu saat memang terjadi perubahan politik dan terdapat keputusan terkait hal tersebut.

Di sisi lain, Dian justru memberikan bantahan langsung ketika dikonfirmasi mengenai isu kepindahannya ke Gerindra.

“Ya Allah… masak sih… tidak terpikirkan sedikitpun,” jawab Dian.

Ketika kembali disampaikan bahwa isu tersebut cukup santer di lapangan, bahkan menyebut dirinya digadang-gadang menjadi Ketua DPC Gerindra Kuningan, Dian kembali menegaskan bahwa hal itu belum terpikirkan.

“Terima kasih… yang pasti tidak terpikirkan sedikitpun,” tegasnya.

Dengan demikian, isu Dian berpindah ke Gerindra hingga kini masih berada pada ranah spekulasi politik lokal. Dari pihak Gerindra belum ada konfirmasi mengenai rencana tersebut, sementara Dian secara langsung menyatakan bahwa perpindahan partai belum terpikirkan olehnya.

Dinamika ini muncul hanya beberapa hari setelah Dian dan Asep duduk satu meja untuk menepis isu keretakan hubungan politik. Kini, setelah isu Golkar mereda, bola panas perbincangan politik Kuningan kembali bergulir dengan nama Gerindra di dalamnya.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup