Desa Puncak Jadi Lokasi BPLC 2026, 54 Mahasiswa KAMUNING Siap Tinggalkan Jejak Pengabdian

KUNINGANSATU.COM,- Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, secara resmi membuka kegiatan Bulan Peduli Lemah Cai (BPLC) 2026 yang digelar Keluarga Mahasiswa Kuningan (KAMUNING) UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Desa Puncak, Kecamatan Cigugur, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan mahasiswa dalam mendorong pembangunan berbasis pengabdian masyarakat.

BPLC merupakan program tahunan KAMUNING sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa asal Kabupaten Kuningan yang menempuh pendidikan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali ke kampung halaman untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberdayakan masyarakat.

Sebanyak 54 mahasiswa, terdiri atas 15 mahasiswa dan 39 mahasiswi dari berbagai fakultas, akan melaksanakan pengabdian di Desa Puncak selama 30 Juli hingga 19 Agustus 2026. Selama hampir tiga pekan, mereka menjalankan berbagai program, di antaranya Kelas KAMUNING, digitalisasi administrasi desa, pendampingan digitalisasi dan penguatan UMKM, peringatan Hari Bahasa Nasional, santunan anak yatim, rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, hingga malam puncak penutupan BPLC.

Ketua Pelaksana BPLC 2026, Hilmi Kamaludin Nur, mengatakan program tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah asal.

“BPLC kami rancang agar memberikan dampak jangka panjang. Kami ingin setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum KAMUNING Periode 2025–2026, Syehan Al’Muslim, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Kuningan. Menurutnya, KAMUNING berkomitmen menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui berbagai gagasan, inovasi, dan program pengabdian yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Dewan Penasihat KAMUNING, Dr. H. Uu Nurul Huda, S.Ag., S.H., M.H. Ia menilai besarnya jumlah mahasiswa asal Kuningan yang menempuh pendidikan di Bandung merupakan modal penting bagi kemajuan daerah apabila mampu dihimpun dalam semangat kolaborasi.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan yang telah memberikan perhatian terhadap keberadaan KAMUNING, termasuk melalui penyediaan sekretariat permanen sebagai pusat aktivitas mahasiswa asal Kuningan.

Sementara itu, Kepala Desa Puncak menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi pelaksanaan BPLC 2026. Ia berharap seluruh program yang dijalankan mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata sekaligus menghadirkan inovasi yang dapat mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani mengapresiasi semangat mahasiswa yang memilih kembali ke daerah asal untuk mengabdikan ilmu dan kemampuannya kepada masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Ia berharap BPLC tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu melahirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Puncak.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini terus berkembang. Mahasiswa adalah aset daerah yang memiliki energi, kreativitas, dan gagasan untuk mendorong kemajuan Kabupaten Kuningan,” kata Tuti.

Melalui BPLC 2026, mahasiswa KAMUNING diharapkan mampu menjadi fasilitator pemberdayaan masyarakat dengan menghadirkan program yang disusun berdasarkan potensi dan kebutuhan desa. Kolaborasi tersebut diyakini dapat memperkuat pembangunan Kabupaten Kuningan sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya dan mengabdi bagi daerahnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup