Masih Kelas 2 SD, Danis Sudah Berani Tanding di Turnamen Catur Bupati Cup I
KUNINGANSATU.COM,- Suasana pertandingan catur dalam ajang Turnamen Catur Bupati Cup I di GOR Ewangga, Sabtu (2/5/2016), tak hanya diwarnai persaingan sengit para pecatur, tetapi juga kehadiran peserta termuda yang ikut ambil bagian.
Adalah Danis Maulana Nugraha, siswa kelas 2 SD HaurKuning 1, yang mencuri perhatian karena usianya yang masih sangat belia, yakni belum genap 9 tahun. Meski harus menghadapi lawan yang lebih berpengalaman, bahkan berstatus master, Danis tetap menunjukkan keberanian untuk bertanding.
Ayahnya, Ismail Nugraha, mengungkapkan bahwa keikutsertaan putranya dalam ajang ini merupakan pengalaman pertama. Ia sengaja mendampingi langsung sebagai bentuk dukungan sekaligus untuk melatih mental bertanding.
“Ini pertama kali ikut event seperti ini. Memang belum menang, karena lawannya ternyata master. Tapi ini jadi ajang uji mental buat anak,” ujar Ismail saat ditemui di lokasi.
Menurutnya, Danis sebelumnya berhasil lolos di tingkat kecamatan dalam ajang O2SN dan dijadwalkan akan kembali bertanding mewakili Kecamatan Nusaherang pada 12 Mei mendatang. Keikutsertaan di Bupati Cup l pun menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tersebut.
Ismail menambahkan, minat anaknya terhadap catur sudah terlihat sejak di rumah. Danis kerap bermain bersama kakak dan ayahnya, sehingga perlahan kemampuannya terasah.
“Anaknya memang suka catur, sering main di rumah. Kalau sudah hobi, jadi tidak terasa dipaksakan,” katanya.
Selain dari lingkungan keluarga, bakat Danis juga mendapat dukungan dari sekolah. Ia mengikuti kegiatan ekstrakurikuler catur di SD Haurkuning 1, yang dibimbing oleh guru sekaligus wasit catur di ajang tersebut.
Ke depan, Ismail berencana terus mendukung minat anaknya dengan mengikutsertakan dalam berbagai turnamen serupa.
“Insya Allah akan terus diikutkan, karena anaknya juga antusias,” ucapnya.
Meski belum meraih kemenangan, keikutsertaan Danis menjadi bukti bahwa pembinaan sejak usia dini mulai menunjukkan hasil. Ajang seperti Bupati Cup I pun diharapkan mampu menjadi ruang lahirnya bibit-bibit atlet catur potensial dari daerah.

















