Bupati Kuningan Turun Langsung Gotong Royong di TPU Buyut Maruyung, Warga Curhat Soal Jalan Rusak
KUNINGANSATU.COM,- Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Dusun Cageur, Desa Walahar Cageur, Kecamatan Luragung, melalui kegiatan bakti sosial di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Buyut Maruyung, Minggu (8/2/2026). Kegiatan tersebut terasa istimewa dengan kehadiran langsung Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si.
Aksi bersih-bersih lingkungan makam yang melibatkan masyarakat setempat ini tidak hanya menjadi wujud kepedulian sosial, tetapi juga ruang dialog antara warga dan pemerintah daerah. Kehadiran Bupati disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan aspirasi, khususnya terkait infrastruktur dan pertanian.
Kegiatan gotong royong ini diprakarsai tokoh masyarakat setempat, Wa Roy, dan dihadiri jajaran Forkopimcab, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kuningan Ir. I Putu Bagiasna, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Ir. Wahyu, serta perwakilan LSM dan organisasi kemasyarakatan.
Wa Roy menjelaskan, gotong royong dan bakti sosial di TPU Buyut Maruyung merupakan agenda rutin warga yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Biasanya kegiatan ini digelar menjelang bulan suci Ramadan sebagai bentuk persiapan lingkungan sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
“Selain membersihkan makam, kegiatan ini kami jadikan sarana menjaga kebersamaan warga agar rasa kekeluargaan tetap terpelihara,” ujar Wa Roy.
Dalam kesempatan tersebut, Wa Roy juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan menuju TPU dan jalan usaha tani yang dinilai sudah rusak dan membahayakan keselamatan warga. Dengan keterbatasan anggaran desa, pihaknya berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah.
Menanggapi hal itu, Bupati Dian Rachmat Yanuar langsung meminta Dinas PUPR untuk menindaklanjuti keluhan warga. Ia menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi perhatian pemerintah daerah dan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
“Tahun lalu kita perbaiki sekitar 150 ruas jalan, tahun ini 60 ruas. Target saya, Insyaallah pada 2027 jalan kabupaten di Kuningan sudah dalam kondisi baik,” ungkap Bupati.
Selain persoalan jalan, Bupati juga menaruh perhatian pada sektor pertanian. Mengetahui luas lahan sawah di wilayah tersebut mencapai sekitar 55 hektare, ia meminta Dinas Pertanian untuk menambah alokasi bantuan benih padi bersertifikat bagi para petani.
“Kita ingin meringankan beban petani. Benih bersertifikat penting untuk meningkatkan hasil panen. Harapannya produktivitas bisa naik, bahkan memungkinkan panen tiga hingga empat kali setahun,” kata Dian, yang disambut antusias warga.
Di akhir kegiatan, Bupati Dian mengapresiasi peran tokoh masyarakat yang mampu menyatukan berbagai unsur dalam kegiatan gotong royong. Ia berharap budaya kebersamaan yang tumbuh di Desa Walahar Cageur dapat terus dijaga dan menjadi teladan bagi wilayah lain di Kabupaten Kuningan.
“Daerah tidak akan maju tanpa kekompakan. Gotong royong seperti ini harus terus dirawat,” pungkasnya.
















