Audit Tanpa Reformasi Izin? Dadan Satyavadin Warning Keras untuk Selamatkan Ciremai
KUNINGANSATU.COM,- Pemerhati Kebijakan Publik Kabupaten Kuningan, Dadan Satyavadin, menyoroti rencana Bupati Kuningan yang akan melakukan audit lingkungan di tengah meningkatnya kegelisahan masyarakat terkait isu pembangunan yang kian menjalar di kawasan kaki Gunung Ciremai. Menurutnya, audit tidak akan menghasilkan apa-apa jika persoalan utama, yakni carut-marut perizinan lingkungan, tidak dibongkar hingga ke akarnya.
Dalam pernyataannya, Dadan menegaskan bahwa munculnya bangunan di kawasan dengan status ekologis strategis bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan melalui serangkaian proses legal yang semestinya diawasi dengan ketat.
“Faktanya, ada izin yang dikeluarkan dan ada pejabat yang menandatangani. Jadi persoalannya bukan sekadar ‘akan diaudit atau tidak’, tetapi siapa yang harus bertanggung jawab atas lolosnya izin-izin itu sejak awal,” ujarnya.
Dadan menilai bahwa audit lingkungan yang digadang-gadang pemerintah berpotensi menjadi panggung pencitraan apabila tidak disertai tindakan tegas terhadap instansi pemberi izin. Ia menegaskan bahwa keberpihakan Bupati terhadap kelestarian Ciremai kini diuji secara nyata.
“Keberpihakan kepada lingkungan tidak bisa hanya dengan inspeksi dan konferensi pers. Yang dibutuhkan adalah tindakan keras terhadap dinas yang memproduksi izin bermasalah,” katanya.
Menurutnya, reformasi menyeluruh pada sistem perizinan merupakan keharusan sejarah, bukan pilihan. Tanpa evaluasi jabatan, perombakan tata kelola, dan sanksi tegas terhadap aparatur yang melanggar prinsip kehati-hatian lingkungan, komitmen penyelamatan Ciremai hanya akan berhenti sebagai slogan.
“Ciremai tidak runtuh karena satu proyek, tetapi karena sistem yang rusak dan izin yang dipermudah,” tegasnya.
Dadan menutup pernyataannya dengan menyerukan langkah konkret dari pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa jika Bupati benar-benar ingin menunjukkan keberpihakannya pada penyelamatan lingkungan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah membersihkan dapur perizinan hingga tuntas.
“Tanpa itu, semua komitmen hanyalah retorika yang cepat menguap di hadapan beton,” pungkasnya.***
















