Ada Ada Saja! Gara-Gara Cincin Nyangkut di Alat Vital, Pria Ini Datangi Damkar Tengah Malam
KUNINGANSATU.COM – Ada-ada saja kejadian yang harus ditangani petugas UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan. Kali ini, bukan kebakaran atau evakuasi hewan, melainkan insiden tak lazim yang melibatkan seorang pria berinisial A, warga wilayah timur Kuningan, yang harus datang meminta pertolongan karena cincin yang dipasang di alat kelaminnya tidak bisa dilepaskan selama tiga hari.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Dalam kondisi panik, korban mendatangi Mako Damkar setelah sebelumnya sempat mencari pertolongan ke salah satu rumah sakit umum di Kabupaten Kuningan. Namun, pihak rumah sakit menyarankan agar penanganan dilakukan oleh petugas Damkar yang memiliki peralatan teknis khusus.
Dari pengakuannya, aksi nekat itu bermula dari rasa penasaran setelah melihat informasi di internet. Alih-alih mendapatkan pengalaman yang diharapkan, korban justru menghadapi situasi darurat karena cincin yang terpasang tidak bisa dilepas. Setelah tiga hari mencoba berbagai cara secara mandiri tanpa hasil, kekhawatiran akan dampak kesehatan akhirnya mendorongnya mencari bantuan.
Mendapat laporan tersebut, lima anggota piket Regu 3 Damkar langsung bergerak cepat. Proses evakuasi pun tidak mudah. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati karena posisi cincin berada di bagian sensitif, tepat di pangkal alat kelamin, sehingga berisiko tinggi jika terjadi kesalahan penanganan.
Dengan menggunakan alat khusus, petugas melakukan pemotongan cincin secara perlahan dan presisi. Setelah sekitar 20 menit proses yang menegangkan, cincin akhirnya berhasil dilepaskan pada pukul 23.20 WIB tanpa menimbulkan cedera serius.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, petugas mengingatkan bahwa kondisi tersebut sangat berisiko dan berpotensi menyebabkan infeksi hingga luka serius jika tidak segera ditangani secara medis.
Peristiwa ini kembali menjadi contoh bahwa tugas Damkar tidak hanya berkutat pada api dan kebakaran, tetapi juga berbagai situasi darurat yang kadang di luar dugaan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan hal-hal di luar nalar yang berpotensi membahayakan kesehatan bahkan mengancam nyawa,” demikian catatan dari petugas dalam laporan penanganan tersebut.
Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menyaring informasi dari internet dan tidak sembarangan mencoba hal-hal yang berisiko tinggi tanpa pemahaman yang benar.***















