Kolaborasi IMM UM Kuningan Bersama Otonom untuk Mahasiswa Berkemajuan

KUNINGANSATU.COM,- Pengurus Pusat Forum Keluarga Alumni (PP FOKAL) IMM menegaskan pentingnya peran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) sebagai wadah strategis dalam membentuk karakter, intelektual, dan spiritual mahasiswa di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA).

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP FOKAL IMM, Prof. Dr. Ma’mud Murod, M.Si dalam sebuah kegiatan yang dihadiri mahasiswa dan jajaran pejabat struktural kampus. Ia menekankan bahwa setiap mahasiswa yang telah menjadi bagian dari PTMA memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menghidupi dan mengembangkan IMM.

“IMM bukan sekadar organisasi kemahasiswaan, tetapi ruang pembinaan yang menyeluruh—baik dari sisi intelektual, karakter, maupun spiritual,” ujar Ma’mud.

Ia juga mengingatkan bahwa di lingkungan PTMA terdapat tiga organisasi otonom yang menjadi pilar utama pembentukan mahasiswa berkemajuan, yakni IMM, Tapak Suci, dan Hizbul Wathan. Ketiganya dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian mahasiswa yang utuh, mencakup aspek keilmuan, keimanan, dan keterampilan.

Senada dengan itu, Ketua Umum PK IMM Djarnawi Hadikusuma Universitas Muhammadiyah Kuningan, Roni Ramdani, menegaskan bahwa ketiga organisasi tersebut memiliki nilai dan motto yang relevan sebagai pegangan dalam proses kaderisasi.

Menurutnya, IMM mengusung semangat “anggun dalam moral dan unggul dalam intelektual” sebagai dasar keseimbangan antara akhlak dan kecerdasan. Sementara Tapak Suci menanamkan nilai kekuatan berbasis iman dan akhlak, serta Hizbul Wathan mendorong sikap produktif melalui prinsip “sedikit bicara, banyak bekerja” serta pendekatan kegiatan yang menarik dan menantang.

Dalam kesempatan yang sama, Ma’mud juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi IMM di lingkungan PTMA. Di antaranya adalah lemahnya penguatan kaderisasi, kurangnya dukungan struktural, serta belum optimalnya pemahaman mahasiswa terhadap peran strategis IMM.

“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama agar IMM tetap eksis dan berkembang sebagai gerakan mahasiswa yang berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Roni Ramdani menyatakan komitmennya untuk terus menghidupi organisasi, memperkuat sistem kaderisasi, serta membangun sinergi dengan seluruh organisasi otonom di kampus.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan sekaligus memperkuat posisi IMM sebagai motor penggerak perubahan di kalangan mahasiswa.

Ke depan, seluruh mahasiswa diharapkan dapat lebih memahami pentingnya berproses dalam organisasi otonom Muhammadiyah, serta mampu menginternalisasi nilai-nilai yang ada guna menjadi pribadi yang berkarakter dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup