Wabup Tuti Hadiri Launching SPPG Cihaur, Tegaskan Kualitas Gizi Anak Prioritas

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mendorong penguatan program pemenuhan gizi bagi anak-anak melalui kolaborasi lintas sektor. Hal itu ditandai dengan peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di MI Al Ihya Cihaur, Kecamatan Ciawigebang, Minggu (6/4/2026).

Kegiatan launching tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, unsur Forkopimcam, tenaga kesehatan, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta pengelola Yayasan Bani Umar Karsa Umroniyah sebagai inisiator dapur pelayanan gizi.

Peluncuran ini menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menghadirkan dapur gizi yang mulai beroperasi melayani ratusan porsi makanan bagi anak-anak sekolah.

Dalam sambutannya, Tuti menegaskan bahwa keberadaan dapur SPPG bukan sekadar fasilitas distribusi makanan, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun kualitas generasi masa depan.

“Setiap makanan yang disajikan harus dipenuhi dengan keikhlasan, perhatian, dan tanggung jawab. Yang kita layani bukan hanya anak-anak hari ini, tapi masa depan bangsa,” ujarnya.

Pada tahap awal operasional, dapur SPPG Cihaur mampu melayani sekitar 544 porsi makanan. Kapasitas tersebut direncanakan akan terus ditingkatkan secara bertahap seiring dengan pengembangan program.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga standar kualitas, mulai dari bahan pangan, kebersihan, hingga ketepatan waktu distribusi. Menurutnya, program MBG tidak boleh sekadar berjalan, tetapi harus benar-benar memberikan manfaat optimal bagi tumbuh kembang anak.

“Jangan sampai makanan yang diberikan hanya sekadar ada. Kualitas harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong keterlibatan aktif berbagai pihak, mulai dari sekolah, pemerintah desa, hingga masyarakat dalam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program. Evaluasi terbuka juga dinilai penting agar kualitas layanan tetap terjaga.

Sementara itu, penanggung jawab SPPG Cihaur, H. Yosep, menjelaskan bahwa dapur gizi tersebut merupakan bangunan baru yang dirancang khusus untuk mendukung pelayanan makanan bergizi secara aman dan layak.

“Kami ingin menghadirkan fasilitas yang tidak hanya memadai, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap keberadaan dapur SPPG dapat menjadi pusat pelayanan gizi yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat utama.

Peluncuran ini juga diwarnai nuansa emosional dari pihak yayasan. Salah satu penggagas menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dilandasi oleh panggilan moral dan kecintaan terhadap kampung halaman.

“Ada rasa bangga sekaligus tanggung jawab untuk berkontribusi. Ini bukan sekadar program, tapi bentuk bakti kepada masyarakat,” tuturnya.

Menutup kegiatan, Wakil Bupati mengapresiasi semangat para relawan dan pengelola dapur yang dinilai telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap kebutuhan gizi anak-anak.

Ia berharap SPPG MI Al Ihya Cihaur dapat menjadi “dapur kebaikan” yang memberi manfaat luas serta mendukung terwujudnya generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, operasional SPPG Yayasan Bani Umar Karsa Umroniyah pun resmi diluncurkan sebagai bagian dari penguatan ekosistem layanan gizi di Kabupaten Kuningan.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup