30% Warga Kuningan Pilih Merantau, Bupati Kuningan Ungkap Alasannya

KUNINGANSATU.COM,- Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan bahwa tingginya angka masyarakat yang merantau dari daerahnya bukan semata-mata disebabkan oleh keterbatasan lapangan pekerjaan.
Hal itu disampaikan Dian saat ditemui seusai acara pelepasan peserta arus balik program Mudik Gratis Kementerian Perhubungan di Terminal Kertawangunan, Kabupaten Kuningan, Rabu (25/3/2026).
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait sekitar 30 persen masyarakat Kuningan yang merantau, Dian menyebut fenomena tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor budaya dan karakter masyarakat setempat.
“Perantau itu semacam tradisi. Sebagian masyarakat Kuningan memang dari turun-temurun sudah berjiwa rantau,” ujarnya.
Ia bahkan membandingkan karakter tersebut dengan masyarakat di Sumatera Barat yang dikenal memiliki tradisi merantau kuat, seperti masyarakat Minangkabau.
Meski demikian, Dian membantah anggapan bahwa Kuningan kekurangan lapangan pekerjaan. Menurutnya, peluang kerja di daerah masih cukup terbuka, bahkan ke depan akan semakin bertambah seiring masuknya investasi baru.
“Lowongan pekerjaan relatif masih ada. Tahun ini juga akan ada investasi, termasuk rencana pembangunan pabrik sepatu yang bisa menyerap ribuan tenaga kerja,” katanya.
Namun demikian, ia meyakini meskipun peluang kerja bertambah, tidak serta-merta mengurangi minat masyarakat untuk merantau.
“Ketika lapangan kerja dibuka pun, saya yakin sebagian masyarakat tetap memilih merantau. Karena memang sudah menjadi bagian dari karakter,” pungkasnya.


















