Diserbu Warga! 2 Ton Beras Murah Ludes di GPM Haurkuning Kuningan

KUNINGANSATU.COM,- Warga Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau Padaringan yang digelar Senin (24/2/2026). Program yang digagas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan ini menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran untuk membantu masyarakat selama Ramadan.

Kepala Desa Haurkuning, Sartono, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya desanya sebagai lokasi pelaksanaan pasar murah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat tepat digelar di bulan suci karena membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Atas nama masyarakat Haurkuning, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati. Program ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketahanan pangan menjadi isu penting yang perlu didukung bersama. Di desanya, program ketahanan pangan telah diwujudkan melalui pengembangan ternak kambing sekitar 40 ekor. Selain itu, pihak desa juga menerima bantuan pupuk dan bibit kelapa hibrida dari dinas terkait.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM di Haurkuning merupakan hari ketiga selama Ramadan. Tahun ini, pihaknya ditargetkan menggelar 25 kali GPM dan optimistis jumlahnya bisa bertambah menjadi minimal 32 kali dengan dukungan pemerintah provinsi dan pusat, sehingga seluruh kecamatan mendapatkan giliran.

“Khusus selama Ramadan, kami rencanakan 16 kali pelaksanaan, ditambah satu kegiatan di Pendopo atau Mushola Ar-Rahmat pada 12 Maret mendatang,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, disediakan dua ton beras yang dijual Rp60 ribu per 5 kilogram, lebih rendah dari harga pasar yang berkisar Rp75 ribu. Daging sapi yang biasanya mencapai Rp145 ribu per kilogram dijual Rp120 ribu.

“Kalau ada yang lebih mahal dari harga pasar, tidak perlu dibeli. Ini ikhtiar Pak Bupati agar masyarakat bisa berpuasa dengan tenang,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., mengatakan pemerintah daerah berupaya hadir di tengah masyarakat untuk menekan dampak kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi saat Ramadan dan menjelang Idulfitri.

“Biasanya harga-harga naik saat Ramadan dan menjelang Lebaran. Karena itu, program ini kami hadirkan agar kebutuhan pokok lebih terjangkau dan masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan nyaman,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab. Bupati menyempatkan diri berdialog dengan warga dan secara spontan memberikan bantuan uang belanja kepada sejumlah lansia, di antaranya Ibu Cocoh Rukisah, Ibu Kannah (85), dan Ibu Sariah.

Gerakan Pangan Murah ini terlaksana berkat kolaborasi Badan Pangan Nasional, Bulog, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PKK, serta pelaku usaha lokal.

Salah seorang warga, Siti (50), mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Pedagang keripik tempe itu membeli minyak goreng, daging, tepung, dan kecap untuk kebutuhan Ramadan.

“Alhamdulillah harganya lebih murah dibanding pasar. Sangat membantu untuk persiapan puasa,” katanya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup