Investasi Rp150 Miliar! PT New Hope Bangun 20 Kandang Ayam Modern di Cihirup

KUNINGANSATU.COM,- Pemerintah Desa Cihirup, Kecamatan Ciawigebang, menggelar sosialisasi rencana pembangunan kandang ayam modern oleh di Blok Cibeulut. Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Cihirup ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah, pihak perusahaan, serta masyarakat terkait rencana investasi tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu , General Manager PT New Hope Farm Indonesia Wu Hui, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan A. Taufik Rohman, Camat Ciawigebang R. Didin Imam Reapdiantoro, unsur Forkopimcam, Sekretaris Kecamatan, Penjabat Kepala Desa Cihirup, serta perwakilan dinas teknis lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tuti Andriani menyampaikan bahwa proyek di Desa Cihirup merupakan pembangunan ketiga perusahaan tersebut di Kabupaten Kuningan, setelah sebelumnya hadir di Desa Cikeusik dan Panyosogan.

Menurutnya, keberlanjutan investasi ini menjadi indikator bahwa Kuningan dinilai kondusif bagi dunia usaha. Namun demikian, ia menegaskan bahwa seluruh tahapan administrasi dan teknis harus dipenuhi sebelum pembangunan fisik dimulai.

“Seluruh proses perizinan, dokumen lingkungan seperti AMDAL, pengelolaan limbah, hingga pengendalian dampak sosial dan kesehatan harus lengkap terlebih dahulu. Tidak boleh ada tahapan yang dilompati,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen mendukung investasi yang bertanggung jawab, selama tetap mengedepankan kepatuhan aturan dan perlindungan lingkungan serta kenyamanan warga sekitar.

Sementara itu, General Manager PT New Hope Farm Indonesia Wu Hui menjelaskan bahwa proyek di Cihirup akan menggunakan sistem kandang tertutup (closed house) berteknologi modern.

Rencananya, akan dibangun sekitar 20 unit kandang closed house dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp150 miliar. Kapasitas populasi ternak jenis breeding parent stock diproyeksikan mencapai sekitar 160 ribu ekor.

Wu Hui menyebutkan, unit breeding parent stock tersebut ditujukan untuk mendukung peternak kecil melalui penyediaan bibit ayam berkualitas dan berstandar mutu terjamin.

Terkait potensi gangguan lingkungan seperti bau dan lalat, pihak perusahaan memastikan penggunaan sistem closed house modern dirancang untuk meminimalkan dampak tersebut.

“Sistemnya tertutup penuh dan menggunakan teknologi pengendalian sirkulasi udara. Dampak bau bisa ditekan seminimal mungkin,” jelasnya.

Camat Ciawigebang R. Didin Imam Reapdiantoro menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan seluruh proses perizinan diselesaikan sesuai regulasi. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui mekanisme resmi di tingkat desa maupun kecamatan agar dapat diselesaikan secara musyawarah.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat memperoleh informasi yang transparan dan menyeluruh mengenai rencana pembangunan tersebut. Di sisi lain, investasi ini diharapkan mampu membuka peluang kerja baru, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, serta memperkuat sektor peternakan di Kabupaten Kuningan dengan tetap berlandaskan prinsip keberlanjutan dan kepatuhan hukum.***

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup