Orang Tua Datangi Polres Kuningan, Minta Pemulangan DN Korban Kekerasan di Kamboja

KUNINGANSATU.COM,- Kasus dugaan kekerasan yang menimpa DN, pekerja migran asal Kabupaten Kuningan di Kamboja, mulai mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian dan instansi terkait. Kedua orang tua DN, H (52) dan NN (48), mendatangi Mapolres Kuningan pada Sabtu (6/12/2025).

Mereka datang didampingi Yusuf dan yudi dari Masyarakat Peduli Kuningan (MPK) serta Andi dan yanto perwakilan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi Kuningan. Kehadiran mereka langsung diterima Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar bersama Kasat Reskrim IPTU Abdul Aziz.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa warga Kuningan itu. Ia menegaskan bahwa praktik penipuan berkedok tawaran kerja ke luar negeri masih kerap terjadi dan perlu kewaspadaan semua pihak.

“Saya selaku Kapolres tentu merasa sedih mengetahui ada warga kita yang menjadi korban di Kamboja. Biasanya kasus seperti ini berawal dari iming-iming pekerjaan yang tampak menggiurkan,” ujar AKBP Muhammad Ali Akbar.

Ia menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jabar, mencontohkan penanganan kasus serupa yang pernah dialami warga Sukabumi yang dijanjikan menjadi pemain sepak bola di Kamboja namun akhirnya ditelantarkan.

“Ke depan kami juga akan membantu berkoordinasi dengan Polda terkait informasi serupa,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kuningan Andi menyampaikan bahwa keluarga korban tidak mengetahui proses keberangkatan DN secara jelas. Informasi baru diterima keluarga saat korban sudah berada di Kamboja 2 bulan .

“Perlu kami sampaikan bahwa sejak dua tahun terakhir kami tidak lagi memverifikasi penempatan pekerja ke Kamboja. Negara tersebut termasuk yang paling banyak kasusnya. Bahkan untuk pekerjaan PRT di Timur Tengah pun masih berlaku moratorium,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Disnaker akan menyusun kronologis resmi dan meneruskannya ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, serta membantu menyiapkan SKTM untuk meringankan proses pemulangan. Pihak desa juga diminta segera mengirimkan laporan resmi sebagai dasar pengajuan bantuan.

Di tengah suasana haru, ayah korban H, mengungkapkan kelegaan usai bertemu Kapolres.

“Alhamdulillah, setelah bertemu dengan Bapak Kapolres, semua mulai menemukan jalan terang. Setiap hari saya gelisah, bingung harus mengadu ke mana. Anak saya di Kamboja mengalami kekerasan dan kami sangat khawatir,” ucapnya.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolres atas bantuan dan kepeduliannya dalam proses pemulangan DN.

Sang ibu, NN, tak mampu menyembunyikan air matanya.

“Saya hanya ingin anak saya bisa pulang dengan selamat. Sudah, itu saja,” ujarnya .

Hingga berita ini diturunkan, Polres Kuningan bersama Disnakertrans terus melakukan koordinasi untuk mempercepat penanganan sekaligus memastikan keselamatan DN di Kamboja. Kapolres mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri yang tidak jelas prosedurnya.

Deskripsi Iklan Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup